Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Update 100 start up companies
Update 100 start-up companies - Panen Padi Ganesha Organic SRI di Kabupaten Subang
Minggu, 10 Agustus 08 - by : Triharyo (Hengki)
Berikut saya teruskan laporan e-mail cukup panjang dari ”para pendekar padi organik” yang tergabung dalam Ganesha Entrepreneur Club.

Sabtu 2 Agustus 2008, Ganesha Entrepreneur Club/GEC melakukan panen padi SRI Organik perdana varietas Ciherang utk daerah percontohan di Kab. Subang, Desa Cijambe. Alhamdulillah dgn pola pertanian padi SRI Organik ini produktifitas lahan yg semula saat menggunakan metoda konvensional utk satu kotakan berkisar pada angka 0,7 ton maka dgn pola pertanian padi SRI Organik ini walaupun baru mulai utk yang pertama-kali di lahan ini bisa meningkat menjadi sekitar 1,15 ton. Penghitungan produktifitas lahan rata2 dgn pengukuran ubinan 2x2 m di 4 titik utk satu lahan pengamatan yg dilakukan tim dari Dinas Pertanian yg terdiri dari Kep.Cabang Dinas Kecamatan, Kep.KP3 Kabupaten dan PPL mendptkan hasil 8,5 ton/hektar sedangkan utk lahan konvensional di lokasi setempat mendptkan hasil 5,5 ton/ha.

Penanaman ini samasekali sudah tidak menggunakan pupuk/pestisida kimia walaupun tentunya kontaminasi ringan dari lahan sekitar yg masih menggunakan pupuk/pestisida kimia masih dimungkinkan terjadi melalui aliran air atau udara walaupun sudah dilakukan usaha2 utk meminimalisirnya. Peningkatan produktifitas ini dapat dicapai melalui usaha yg terus-menerus menghadapi berbagai hambatan yg terjadi di lapangan di antaranya dgn terjadinya serangan penyakit hawar daun yg memang sdh kerap terjadi di daerah Subang dan selama ini memang blm dpt di atasi secara efektif dgn obat-obatan kimia. Namun dgn menggali informasi dari berbagai sumber, serangan penyakit ini alhamdulillah dapat mulai teratasi dengan penanganan secara organik yaitu melalui penyemprotan bakteri antagonis terhadap penyakit ini.

Tentunya yang diharapkan dari peningkatan hasil ini adalah dpt menjadi motivasi dan daya tarik bagi para petani dan pelaku pertanian padi utk mengubah pola pertaniannya dari cara konvensional yg menitikberatkan pada peningkatan input-input eksternal seperti pupuk kimia, pestisida kimia, air, pemuliaan tanaman melalui rekayasa genetika, dan lainnya ke pertanian padi pola SRI Organik yang menitikberatkan kepada perlakuan tanah dan tanaman yg tepat sesuai dgn prinsip keseimbangan alam sehingga dapat menjaga kelestarian dari lingkungan hidup kita (QS. Al-A'raaf 56: jangan membuat kerusakan di muka bumi). Perlakuan ini memberikan hasil pertumbuhan akar yg lebih baik dan lebih sehat yg pada gilirannya akan memberikan jumlah anakan dan jumlah bulir padi yg lbh banyak dan bernas (Q.S. Al-A'raaf 58:tanah yang baik - tanaman subur, tanah tdk subur - tanaman merana).

Kendala umum yang menjadi hambatan dalam merubah pola bertani ini adalah adanya informasi bahwa dengan pola pertanian organik akan menurunkan produktifitas utk beberapa musim tanam. Informasi ini faktanya memang benar umum terjadi bila perubahan penggunaan pupuk dan pestisida kimia ke pupuk dan pestisida hayati tidak diikuti dengan perubahan cara bertani. Di Pagaden Subang ada petani yg berjuang utk menerapkan pertanian padi organik (tanpa SRI) dan baru memperoleh hasil yg menyamai/melampaui hasil konvensional pada masa tanam ke-7, masa tanam sebelumnya anjlok. Di Ciparay Kab.Bandung ada pemilik lahan yg sampai rela menjual 3 mobilnya berturut-turut utk membiayai pertanian padi organik (tanpa SRI) dan mempelajarinya ke berbagai daerah di Indonesia dan baru pada musim tanam ke-6 bisa menyamai/melampaui hasil konvensional. Bila perubahan penggunaan pupuk/pestisida kimia ke pupuk/pestisida hayati ini diikuti juga dgn mengubah pola tanam menjadi pola tanam padi SRI maka umumnya produktifitas setdknya dpt dipertahankan spt sebelumnya tetapi pd banyak kasus langsung juga terjadi peningkatan spt di Subang ini yg tentunya juga harus didukung oleh kegigihan dan penguasaan pengetahuan/ilmu yg memadai serta komprehensif dan yang pasti paling penting adalah do'a (QS Al-Waaqi'ah 63-64: Yang menumbuhkan tanaman adalah mutlak Allah SWT).

Pada panen ini mulai dimasyarakatkan juga teknologi tepat guna utk merontokkan padi sehingga diharapkan 'losses' saat panen krn metoda perontokan yg tdk tepat spt saat ini dilakukan dgn cara memukulkan batang padi ke batu atau batang kayu (digebot) dapat ditekan atau dikurangi selain utk meningkatkan kualitas bulir padi dgn mengurangi jumlah patahan. Komentar dari masyarakat sekitar terhadap tampilan gabah hasil panen ini adalah keheranannya terhadap bobot bulir yg dihasilkan dimana padi konvensional satu karung penuh hanya berbobot 50kg tetapi padi hasil SRI Organik ini mencapai bobot 50kg hanya dgn mengisi volume 3/4 karung, juga warna gabahnya yg mengkilap menurut mereka spt kuning emas dan mereka punguti yg tercecer utk dijadikan benih yg tentunya kami sampaikan bahwa hasil ini bukan hanya krn pemilihan benih yg sehat tetapi juga hrs diikuti perlakuan terhadap tanah dan tanaman dgn pola tanam padi SRI Organik.

Utk berkontribusi dlm mengamankan produksi beras yg bersifat strategis ini dan turut serta ambil bagian dlm meningkatkan kesejahteraan petani, GEC bersama-sama para alumni ITB yg peduli akan hal ini, terus memasyarakatkan pola pertanian padi SRI Organik ini dgn akan mendampingi pelaksanaan tanam padi SRI Organik di beberapa daerah seperti Bekasi, Kab. Bandung, Banyumas, Madiun, Cilacap, Banyuwangi, Karawang dan Kab. Bogor dimana sebelumnya GEC sudah memberikan pelatihan pola tanam padi SRI Organik ini utk petani di beberapa lokasi seperti Kab. Bandung, Kab. Subang, Kab. Banyumas, Kab. Banyuwangi juga utk officer Bank BRI di Puncak sbg pembekalan kpd para officer utk pertimbangan dlm penyaluran kredit kpd para petani.

Rencana langkah GO SRI kedepan setelah memproduksi beras melalui pola SRI organik, penyubur tanah organik (kompos, pupuk organik cair) juga pestisida organik walaupun masih dipakai sendiri, diantaranya adalah akan memproduksi peralatan pertanian yang murah, simple, mobile dan ergonomic agar aplikatif karena selama menjalankan peran sbg petani saat ini kami masih merasakan sulitnya mendptkan alat spt itu, yg ada menurut kami sbg petani dan para petani lainnya : mahal harga atau biaya operasionalnya,repot utk dibawa ke sawah atau tdk nyaman dipakainya juga rencana2 lainnya utk turut ambil bagian dlm memajukan sektor pertanian. Utk rekan alumni lainnya yg tertarik utk turut serta dlm mengembangkan hal ini kami terbuka utk bekerjasama tentunya bila terjadi kesesuaian atau kecocokan misi-visi.

Salam,

Utju

GO SRI (Ganesha Organic SRI) - member of GEC

http://www.healthy-rice.com

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=116