Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : ICT
Serangan jantung, Wii fit dan sensor Ipod-Nike
Kamis, 04 Desember 08 - by : Triharyo (Hengki)

Salah seorang sahabat saya baru saja keluar dari RS Harapan Kita, setelah dirawat hampir 10 hari akibat menderita serangan jantung. Ia tiba-tiba merasakan adanya rasa nyeri di dada dan juga sesak nafas disaat bermain golf. Karena ada sesuatu yang "tidak beres" pada dirinya, Ia segera bergegas menuju ke rumah sakit. Ternyata salah satu pembuluh darah utamanya telah tersumbat hampir 90%. Sehingga, ia terpaksa dipasang beberapa cincin ("stent") untuk memperlebar pembuluh darahnya yang sudah hampir tersumbat (gambar di kanan). Syukur Alhamdulilah, beberapa hari yang lalu, rekan saya tersebut telah kembali ke rumah. Namun bagi rekan-rekan sekalian, saya ingin mengingatkan sekali lagi akan bahaya penyakit serangan jantung yang singkatnya kira-kira sebagai berikut :

Tanda-tanda serangan jantung
Serangan jantung dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Salah satu ciri yang umum dirasakan adalah rasa sakit didada (chest pain), terutama bila jantung harus bekerja keras (berlari, memanjat bukit, naik tangga curam dll) & menghilang setelah beristirahat. Ciri-ciri lainnya antara lain adalah adanya "shortness of breath" (nafas sesak atau tersengal-sengal) sebagaimana yang dirasakan Manan saat bermain Golf. Indikasi-indikasi serangan jantung dapat dilihat pada link berikut. Tapi salah satu hal kenapa serangan jantung sering disebut "the silent killer" adalah karena banyak orang tidak mengetahui tanda-tandanya atau bahkan tidak merasakan apa-apa.

Penyebab serangan jantung
Serangan jantung terjadi karena menyempitnya pembuluh darah, akibat adanya tumpukan kolesterol - plaque (lihat gambar dikanan). Pada saat serangan jantung, plaque dapat lepas dan membuat pembuluh darah pecah serta mengakibatkan penyumbatan. Bila terjadi serangan jantung, setiap menit berlalu akan terus menambah kerusakan permanen pada jantung (jaringan menjadi mati). Semakin lama serangan jantung berlangsung akan semakin berbahaya. Baca kejadiannya pada link berikut.

Resiko terjadinya serangan jantung pada seseorang akan meningkat bila :

  • Anda merokok
  • Menderita tekanan darah tinggi
  • Kolesterol "buruk" (LDL) dan Trigliserida dalam darah, levelnya tinggi
  • Kurang bergerak (kurang ber-aerobik)
  • Gemuk
  • Menderita penyakit kencing manis
  • Stress
  • Ada sejarah serangan jantung dalam keluarga
  • Kadar Homocysteine, C-reactive protein dan fibrinogen dalam darah tinggi

Pencegahan
Cara mencegah penyakit serangan jantung adalah dengan merubah gaya hidup seperti berhenti merokok, check-up jantung dan darah secara rutin, rendahkan kadar Kolesterol "buruk" dan Trigliserida ke level normal, misalnya melalui diet dan ber-olah raga, kontrol tekanan darah bila tinggi juga melalui diet dan ber-olah raga, kontrol berat badan (juga sekali lagi ......melalui diet dan olah raga), akhirnya..... kendalikan stress. Baca link berikut

Apa yang saya lakukan & sarankan
Setelah meninggalnya banyak sahabat karib akibat serangan jantung, saya menjadi sangat "concern" terhadap kegiatan preventif untuk mencegah serangan serupa bisa terjadi pada diri saya dan juga istri saya. Salah satu kegiatan rutin kami adalah merayakan datangnya tahun baru dengan melakukan general check-up di awal tahun. Kami tidak melakukan chek-up yang mahal-mahal tapi pemeriksaan yang mencakup minimal ECG jantung dengan tread mill dan juga periksa analisa darah secara lengkap.

Selain kegiatan di awal tahun tersebut, kami sering merayakan hari ulang tahun perkawinan (atau ulang tahun saya), dengan melakukan pemeriksaan darah (tanpa tread mill). Jadi setiap tahun, Insya Allah kami minimal melakuan 2 (dua) kali pemeriksaan darah. Dengan 2 kali analisa darah per tahun, biasanya trend pola kehidupan kita sudah dapat terlihat apakah memburuk, stabil atau membaik.

Untuk meningkatkan kegiatan berolah-raga bersama, kami berusaha semaksimal mungkin mencari kegiatan "bergerak" bersama istri dan anak-anak untuk mengeluarkan keringat. Saya agak tinggalkan bermain golf karena olah raga ini bukan aerobik yang memacu jantung. Olah raga Golf terlalu menghabiskan banyak waktu, relatif mahal dan juga tidak bisa saya lakukan dan nikmati bersama keluarga. Alternatif kegiatan olah raga yang kami lakukan saat ini adalah :

Demikian berbagai informasi tentang serangan jantung dan juga perkembangan teknologi elektronik yang membuat kegiatan berolah-raga semakin menarik. Mudah-mudahan informasi diatas bermanfaat.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=146