Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Migas
Business offshore fabrication yard Indonesia nampaknya akan booming
Jumat, 15 Mei 09 - by : Triharyo (Hengki)

Untitled document

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa saat ini sedang dibangun sebuah offshore platform fabrication yard yang sangat luar biasa besarnya di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, oleh perusahaan PT Saipem Indonesia. Untuk membangun fasilitas ini, Saipem menginvestasikan dana sekitar US $ 271 juta.

Sebagai ilustrasi, luas yard ini mencapai 140 Ha dengan kapasitas kemampuan memfabrikasi 30.000 ton peralatan per tahun dengan mempekerjakan 4,1 juta jam pekerja per tahun (foto dari brochure Saipem). Kemampuan ini sekitar 6 (enam) kali jauh lebih besar dari kapasitas fabrication yard milik PT Gunanusa Utama di Cilegon, yang berukuran 18 Ha dengan kapasitas 5.000 ton. Kapasitas fabrication yard milik Saipem di Kepulauan Karimun ini relatif cukup besar dibandingkan fabrication yard milik Saipem di seluruh dunia, seperti di Italy (10.000 ton), Angola (23.873 ton), Nigeria (22.000 ton), Kazahkstan (30.000 ton), dan Azerbaijan (60.000 ton).

Nampaknya aktivitas Offshore fabrication yard terlihat semakin sibuk akhir-akhir ini, sangat bertolak belakang dengan berita-berita resesi ekonomi di seluruh dunia. Sebagai contoh, PT Gunanusa Utama saat ini sedang mengerjakan proyek offshore platform untuk diexport  ke India, dengan total berat 10.900 ton (Platform 7.300 ton dan Jacket 3.600 ton), dan juga untuk ke Thailand dengan total berat 3670 ton. PT Saipem Indonesia juga baru saja memenangkan proyek milik Premier Oil senilai US $ 280 juta dengan total berat sekitar 12,900 ton.  Tapi belum bisa dipastikan apakah fabrication yard milik Saipem yang di Kepulauan Karimun akan digunakan untuk memfabrikasi platform ini, karena yard tersebut baru akan operasional tahun 2010.

Berita-berita ini sejalan dengan berbagai statement dari Pemerintah, sebagaimana disampaikan oleh Dirjen Migas, bahwa investasi di sektor Migas Indonesia akan tetap besar senilai  US $ 17 Milyard di tahun 2009.

Berita lain yang cukup penting dan diperkirakan akan "menggerakan" industri migas di kawasan Asia pasifik adalah disetujuinya Analisa Dampak Lingkungan (Andal) untuk proyek Gorgon di Australia pada tanggal 30 April 2009 lalu. Dengan persetujuan ini, maka Proyek Gorgon, yang akan menelan investasi sebesar US $ 50 Milyard, akan segera dimulai. Proyek raksasa ini akan menyerap resources dari seluruh dunia (silahkan baca tentang proyek ini pada website mereka). Saya pernah menulis tentang persiapan tenaga kerja Indonesia untuk menyongsong proyek-proyek LNG raksasa di Australia ini. Juga berdasarkan berbagai informasi awal "semi-confidential", pabrik pengolahan gas alam yang akan dibangun di Gorgon tersebut, akan dibuat secara modular, artinya akan di-fabrikasi di fabrication yard dan dikirimkan ke lokasi melalui laut. Bila skema proyek ini dilaksanakan secara modular, maka fabrication yard di Indonesia akan kebanjiran pekerjaan karena berbagai keunggulan.

Demikian peluang yang dapat saya sampaikan kepada para alumni ITB dan juga insinyur Indonesia.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=175