Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Migas
Bintang film Inglorious Basterds Melanie laurent berkemah di Sumatra untuk protes terhadap commitment pak SBY
Minggu, 22 Nopember 09 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Ini ada sebuah berita yang mengejutkan dari Presiden Indonesia di pertemuan G-20, September lalu. Diberitakan bahwa Indonesia berjanji menurunkan emisi CO2 sebesar 26% pada tahun 2020. Bahkan beliau menjanjikan bisa sampai 41 %.  Membaca berita tersebut, terkesan bak sebuah pernyataan pencitraan yang sangat luar biasa (mudah-mudahan saya salah). Karena sampai saat ini, banyak negara yang tidak bisa menjanjikan target penurunan emisi, karena menentukan target adalah sebuah commitment yang sangat serius dan menjadi tantangan bangsa yang sangat luar biasa sulitnya. Tetapi nampaknya tidak demikian dengan Indonesia, kita terkesan justru relatif mudah dalam menentukan target penurunan emisi.

Indonesia saat ini menduduki rangking ketiga di dunia sebagai pengirim emisi CO2 ke udara. Salah satu penyebab emisi CO2 Indonesia yang sangat tinggi adalah karena hilangnya hutan melalui penggundulan (deforestation). Apa yang terjadi di lapangan, sangat bertolak belakang dengan statement pak SBY di G-20.

Sebagai contoh, akhir-akhir ini terjadi berita yang sempat menggemparkan dunia (yang tidak diliput di media massa Indonesia), tentang upaya pendeportasian aktivitis greenpeace dan jurnalis internasional yang menentang penggundulan hutan di daerah Kampar, Sumatera pada tanggal 12 November 2009 yang lalu.  Kejadian di lapangan ini tentunya sangat bertolak belakang dengan commitment pak SBY di G-20. Sampai-sampai bintang film cantik "Inglorius Basterds", Melanie Laurent (foto dikiri), ikut bergabung dan berkemah di Kampar. (llihat foto kemah Greenpeace di Kampar)

Akhirnya pemerintah Indonesia menyerah karena adanya tekanan dari Pemerintah Amerika, melalui Duta besarnya Cameron R Hume, yang sempat mendampingi Melanie ke perkemahan Greenpeace di Kampar. Perusahaan Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL) kemudian diminta oleh Menteri Kehutanan untuk menghentikan penggundulan hutan sebanyak 400.000 Ha. Terselamatkanlah hutan tempat tinggal para binatang langka seperti Harimau Sumatra.

Janji dan statement pimpinan negara di panggung dunia adalah sebuah commitment dari seluruh bangsa. Mudah-mudahan semua pihak menyadari akan hal ini. Terutama sang pembuat janji.

Salam
Hengki


From: Triharyo Soesilo [mailto:triharyo@centrin.net.id]
Sent: Saturday, November 21, 2009 3:08 PM
To: 'itb77@bhaktiganesha.or.id'
Subject: RE: [itb77] Re: Bintang film "Inglorious Basterds" Melanie laurent berkemah di Sumatra untuk protes terhadap commitment pak SBY

Memang tidak mudah, Darius, itulah sebabnya saya khawatir pak SBY hanya cuman berjanji saja dalam sebuah forum internasional. Karena penurunan emisi memiliki tantangan teknis maupun non-teknis yang cukup besar.

Tapi seperti biasa, ITB-77 selalu tidak pernah berdiam diri, bila ada sebuah tantangan. Berikut ini karya bersama ITB-77, Ilham Pratopo (TK-77) dan Dana Pamilih (TI-77) alias Afdal, yang mungkin bisa diterapkan di pabriknya Darius (sekali lagi mungkin) :

Afdal mempunyai teman di Climate Change Capital (CCC) yang ingin memperoleh bisnis Carbon Emission Reduction (CER) di Indonesia. Ia memperkenalkan CCC kepada Ilham yang banyak melakukan konsultasi bisnis di pabrik-pabrik pupuk. Lalu mereka berdua mengajukan proposal ke PT Pusri untuk mengkaji secara gratis peluang CER di PT Pusri. Selama hampir setahun mereka bolak-balik ke Palembang dan mempelajari berbagai opsi CER yang paling mungkin dan paling kecil resikonya terhadap operasional pabrik, akhirnya mereka menemukan 2(dua) opsi yang terbaik untuk hasilkan CER dengan nilai yang cukup. Kedua opsi tersebut adalah :

  1. Mengganti semua steam trap di pabrik dengan steam trap berteknologi tinggi - CER creditnya bisa mencapai US $ 1 juta per tahun. Opsi ini dalam 1 tahun akan kembali investasi pengadaan steam trap-nya. Untuk tahun-tahun selanjutnya, PT Pusri akan menikmati penghematan energi dari pengurangan steam loss dan juga akan memperoleh sebagian dari CER credit.
  2. Menggunakan gas buang dari primary reformer stack untuk menghasilkan 4 MW listrik per pabrik atau 16 MW untuk ke-empat pabrik PT Pusri. CER credit untuk opsi ini bisa mencapai UIS $ 4 juta. Menurut rencana kelebihan listrik akan dipasok ke kota Palembang yang saat ini mengalami krisis listrik. Dalam 5 s/d 6 tahun, modal investasi pembangkit ini bisa kembali dan unit pembangkit listriknya kemudian menjadi milik PT Pusri.

Minggu lalu, kedua opsi ini telah disampaikan ke direksi PT Pusri dan mereka langsung menyatakan sangat berminat.

Demikian Darius. Kalau anda berminat untuk melaksanakan CER di PT Kaltim Pasifik Amoniak, silahkan kontak Ilham dan Afdal. Idea ini bisa dipakai oleh Mulyono di Pupuk Kaltim, Dewo di Pupuk Iskandar Muda, Nanang di LNG Badak dan banyak rekan-rekan lain di pabrik-pabrik di Indonesia. Penghematan energi selalu sejalan dan selalu menghasilkan Carbon Emssion Reduction Dengan ini kita membantu pak SBY supaya tidak hanya berjanji di forum internasional.

Salam
Hengki


From: itb77-bounce@bhaktiganesha.or.id [mailto:itb77-bounce@bhaktiganesha.or.id] On Behalf Of dariuspasaribu@gmail.com
Sent: Saturday, November 21, 2009 1:52 PM
To: ITB 77 ITB 77
Subject: [itb77] Re: Bintang film "Inglorious Basterds" Melanie laurent berkemah di Sumatra untuk protes terhadap commitment pak SBY

Heng,
Saya dalm 4 tahun terahir berusaha mengurangi emisi co2. 1% pengurangan pun belum jua berhasil
Ada yang bisa bantu? Supaya janji sby ini bisa terealisr or at least ada progress?
Cheers
D

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=213