Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Korporasi
Mengenang almarhum Arif Arryman dan konsep "sertifikasi berjenjang"
Rabu, 27 April 11 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Saya mengenal Almarhum Arif Arryman karena ia adalah kakak dari sahabat seangkatan dan sejurusan, Erwin Ayandra (atau yang akrab dipanggil Kojek). Sejak mahasiswa, saya sering ketemu Arryman, karena kebetulan kerap belajar bersama Kojek, di rumah kost kakak-beradik ini. Sesekali Arryman sering masuk ke kamar Kojek untuk meminjam korek api, agar ia bisa menyalakan rokoknya. Biasanya kami berdua ngobrol sebentar tentang hal-hal yang ringan. Jarang kami berbicara hal-hal yang serius, walaupun suasana saat itu adalah suasana dimana kampus ITB sedang bergejolak karena banyaknya demonstrasi mahasiswa di tahun 1978, dan Arryman adalah seorang dari sekian banyak “aktivis-pemikir” kala itu.

Karena persahabatan dengan Kojek menjadi sangat karib, maka saya akhirnya mengenal seluruh keluarga besar Irdam (nama orang tua Kojek). Saya kemudian semakin mengetahui bahwa Arryman rupanya adalah anak lelaki tertua dan praktis menjadi figur ayah bagi seluruh keluarganya. Karena pak Irdam, yang pernah menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatra Barat, meninggal ketika Arryman dan adik-adiknya relatif masih kecil. Sering saya mengunjungi rumah ibu Irdam, untuk mengobrol dengan siapa saja yang ada di rumah mereka di Jakarta, termasuk dengan ibu Irdam. Dari pembicaraan-pembicaraan  dengan keluarga besar Irdam (bukan dengan Arryman), saya mulai mengenal idealisme Arryman tentang cita-citanya untuk memperbaiki Indonesia melalui perbaikan institusi, bukan hanya mengandalkan pada figur-figur tokoh.

Arryman pernah mengajak saya datang ke kantornya di Kantor Menko Perekonomian untuk membicarakan bagaimana caranya agar Kojek mau pulang dan bekerja di Indonesia. Karena setelah lulus menjadi Doktor, Kojek rupanya kemudian sangat menikmati bekerja di Amerika dan tidak mau pulang ke Indonesia. Saat itu saya sempat berjanji kepada Arryman, bahwa saya akan berupaya untuk mengajak Kojek pulang. Rasanya itulah terakhir kalinya saya bertemu Arryman, sampai datangnya pesan singkat yang mengagetkan, pada tanggal 7 September 2010, yang memberitakan bahwa Arryman telah berpulang ke pangkuan Allah SWT.  

Minggu lalu, karena alumni Teknik Kimia Angkatan 1977 akan mengadakan reuni, saya menghubungi Atitje, istrinya almarhum Arryman, untuk mencari alamat ataupun nomer telpon Kojek di Amerika. Atitje bilang bahwa ia akan mencoba mencarinya di handphone Arryman. Setelah ditemukan, Atitje kemudian mengirimkan sms info tentang nomer handhpone dan alamat e-mail Kojek yang terakhir. Saya langsung menelpon Atitje dan mengucapkan terima kasih. Saat itulah, Atitje menanyakan, “Heng, kamu udah baca bukunya Arryman yang sudah direvisi ?”. Saya bilang belum. Beberapa hari kemudian Atitje mengirimkan buku tulisan Arryman yang terakhir.

Setelah saya baca buku tersebut, entah kenapa rasanya saya menjadi sangat bangga menjadi seorang alumni ITB dan juga sebagai seseorang yang pernah mengenal dirinya. Arryman nampaknya menemukan “his life calling” dalam sebuah ilmu yang ia sangat tekuni, yaitu memperbaiki institusi-institusi di Indonesia, melalui pelaporan keuangan yang se-sempurna mungkin. Konsep dan resepnya untuk menerapkan pengendalian keuangan dengan “Sertifikasi Berjenjang”, rasa-rasanya bisa menjadi resep untuk pengelolaan keuangan di institusi manapun di Indonesia.

Dalam beberapa hari ini, saya sangat banyak membeli buku yang berjudul, “Mengurai Benang Kusut, Merajut Masa Depan”, di Toko Buku Gramedia, dan membagikan kepada orang-orang yang saya perkirakan akan memerlukannya. Rasanya itulah hal kecil yang bisa saya lakukan bagi seorang sahabat yang sangat konsisten dan tekun dengan idealismenya. Kalimat-kalimat yang ditulis oleh para sahabat-sahabatnya pada bagian akhir buku, rasanya cukup mengharukan. Sangat jarang seorang alumni ITB mendapat penghargaan dari banyak tokoh seperti itu.

Selamat jalan Arryman.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=303