Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Agro & Biofuel
Karen Agustiawan dan Nur Pamudji perlu belajar ke Arifin Tasrif
Jumat, 27 April 12 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Pada tanggal 18 April 2012, para Direktur Utama pabrik-pabrik pupuk di Indonesia, yang tergabung dalam Holding Pupuk Indonesia, meluncurkan kantong pupuk bersama (lihat foto). Kantong pupuk Urea yang diberi merk “Pupuk Indonesia”, khusus diluncurkan untuk mendistribusikan pupuk ber-subsidi, kepada para petani.

Perubahan kantong ini sepertinya sebuah langkah sederhana, tetapi sebenarnya sebuah langkah inovasi yang cukup luar biasa. Sebagaimana diketahui, para petani di Indonesia umumnya mempunyai kecintaan khusus terhadap merk pupuk tertentu, misal kepada Pupuk dari pabrik Pupuk Sriwidjaja di Palembang, ataupun pada pupuk hasil pabrik Petrokimia Gresik di Gresik dst. Kecintaan ini sering membuat repot produsen pupuk, khususnya bila petani merasa kelangkaan terhadap produk pupuk tertentu. Dengan adanya 1(satu) merk, produsen pupuk bisa mengirimkan karung pupuk bersubsidi dari pabrik mana saja, ke lokasi terdekat yang memerlukannya. Inovasi ini memotong biaya transportasi dan tentunya menghemat subsidi Pemerintah.

Langkah inovatif ini adalah rangkaian inovasi tiada henti-henti, yang dipelopori antara lain oleh Dirut Pupuk Holding Arifin Tasrif, alumni ITB dari Teknik Kimia Angkatan 1972. Dari pemikiran dan upaya-upayanya, Arifin terus mendorong inovasi-inovasi seperti pengembangan pupuk organik, untuk menyegarkan kembali kesuburan tanah, setelah diberi pupuk sintetis Urea secara terus menerus. Berkat pengembangan teknologi dan teknik pemesasran yang tepat, Pupuk organik saat ini terus meningkat produksinya dan juga pemakaiannya. Industri pupuk Indonesia bahkan mengembangkan sistem franchise, dengan teknologi tepat guna, sehingga para petani bisa membuat sendiri pupuk organik dan menjualnya ke pihak lain yang memerlukannya. Syukur alhamdulilah berkat kiat para insinyur di industri pupuk, lahan-lahan pertanian di Indonesia, terus semakin bisa diperbaiki mutu kesuburannya, melalui penerapan pupuk organik.

Selama beberapa tahun terakhir ini, Industri Pupuk juga mengembangkan inovasi pengembangan Pupuk Majemuk yang terdiri dari unsur Urea, Phosphat dan KCl (NPK). Pupuk Majemuk merupakan karya inovasi para insinyur di Industri pupuk untuk semakin meningkatkan produksi pangan dan padi. Dengan Pupuk Majemuk, saat ini pupuk dapat dibuat secara khusus (taylor-made) bagi jenis tanah tertentu dan juga tanaman tertentu. Sehingga produksi produk pertanian, pangan dan padi bisa meningkat berlipat, tanpa harus memerlukan tambahan anggaran subsidi yang semakin membengkak.

Coba perhatikan tabel subsidi untuk masing-masing industri selama 5(lima) tahun terakhir ini (dalam Triliun Rupiah) :

No

Tahun

Pupuk

Pertamina

PLN

 1

2009

18,3

45,0

49,5

2

2010

18,4

82,3

57,6

3

2011

18,8

129,7

65,5

4

2012

16,9

137,4

93,

Karen Agustiawan, Dirut Pertamina yang alumni ITB dari Teknik Fisika Angkatan 1978, dan Nur Pamudji, Dirut PLN yang alumni ITB dari Teknik Elektro Angkatan 1979, beserta seluruh jajaran mereka, perlu untuk lebih belajar tentang kiat-kiat penerapan inovasi yang telah dilakukan di industri pupuk, khususnya mengikuti jejak Arifin Tasrif, sang senior mereka. Karena bila diperhatikan dengan cermat, terlihat bahwa subsidi BBM yang disalurkan Pertamina dalam 3 (tiga) tahun terakhir, terlihat meningkat hampir 300%. Demikian pula dengan PLN, yang subsidinya juga meningkat hampir 200%.

Perlu dicatat bahwa Industri pupuk, juga menggunakan bahan baku gas alam, yang harganya terus membumbung. Tetapi subsidi untuk Pupuk justru sama dan bahkan menurun nilainya dari tahun ke tahun. Bila kedua jajaran industri energi di Indonesia yaitu PLN dan Pertamina, mampu menerapkan kiat-kiat inovatif seperti industri pupuk, mungkin Pemerintah tidak menjadi terlalu pusing, seperti sekarang dengan menaikan harga BBM dan tarif Listrik, untuk mengurangi beban subsidi.

Bravo kepada Industri Pupuk Indonesia, dan saya juga sangat yakin bahwa jajaran Pertamina serta PLN sangat mampu untuk mengikuti jejak Industri pupuk dalam menekan beban subsidi Pemerintah.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=356