Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Makro
Dialog dengan Daniel - pesan untuk Presiden RI yang baru (Bagian kesatu)
Jumat, 26 September 14 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

"Titip pesan sama Presiden barumu, Jangan sampai Indonesia terjebak", kata Daniel, seorang sahabat berwarga-negara Argentina, yang menjadi Direktur Utama (CEO), perusahaan pembangkitan listrik swasta di Amerika Selatan.

"Terjebak apa ?", tanya saya minggu lalu, saat ia berkunjung ke Indonesia.

"Terjebak seperti negara saya, Argentina", kata Daniel.

Semakin penasaran, saya terus mengejar, "Lho, apa yang terjadi pada Argentina ?".

Lalu mulailah Daniel menceritakan tentang negaranya. Ia menyampaikan bahwa hari ini Argentina sudah praktis pailit dan menyatakan tidak mampu lagi untuk membayar hutang-hutang luar negerinya. Menurutnya, negerinya telah sukses mencapai status negara berpendapatan "kelas menengah" pada tahun 1990-an. Seperti yang baru dicapai Indonesia pada tahun lalu, yaitu GDP per orang, sekitar US $ 4000.

Daniel kemudian menjelaskan, "Namun berbeda dengan negara-negara seperti Korea, Taiwan, Singapore dll, yang mampu melompat dari negara bependapatan kelas menengah, ke negara berpendapatan tinggi, hanya dalam waktu singkat, Argentina terus terjebak di tingkatan kelas menengah, selama 20 tahun lebih". Wajahnya tampak kesal, "Bukan hanya itu", lanjut Daniel, "Argentina bukannya naik peringkat, tapi justru kemudian terpuruk kembali. Bahkan hari ini, tidak mampu lagi membayar hutang-hutangnya", tambahnya.

"Tahukah Hengki apa blunder (kesalahan) Argentina sehingga kami terpuruk kembali, sedangkan negara-negara seperti Korea, Taiwan, bisa melompat cepat ke tingkat negara yang berpenghasilan tinggi ?", tanya Daniel menguji saya. "Karena kalau Indonesia tahu rahasia ini dan mampu mempelajari kesalahan kami, maka negerimu tidak akan terjebak masuk perangkap". Lanjut Daniel.

Sambil menggaruk-garukkan kepala, saya mulai menebak-nebak, "Korupsi harus diberantas ?". Mendengar jawaban saya, Daniel langsung tertawa, "Negara-negara Korea dan Taiwan juga korupsi. Kepala negaranya bahkan korupsi. Tradisi para pengusahanya bermain uang, sangat kental di negara-negara tersebut", kata Daniel.

"Hmmm, mungkin budaya dan etos kerja keras dari rakyatnya ?", tebakan saya selanjutnya. Daniel menggelengkan kepala, "Kamu jangan menganggap warga negara Argentina malas-malas dan bersantai-santai. Orang Argentina bekerja sangat keras dari pagi sampai malam-malam hari. Kami terkadang kerja di hari-hari libur".

Semakin bingung, saya mencoba tebakan terakhir, "Apakah mungkin karena lemahnya kemampuan penguasaan teknologi ?". Daniel semakin tertawa sambil menggelengkan kepala, "Argentina sudah bisa membuat pesawat bomber pada tahun 1935 dan pesawat jet pada tahun 1947. Kami negara dengan kemampuan teknologi yang sangat maju", kata dia.

"Lalu, apa penyebabnya sehingga Argentina terjebak dan terpuruk kembali ?", tanya saya agak menyerah.  S

ambil tersenyum, sang CEO dengan rambutnya yang sudah mulai memutih, melepas kaca matanya, kemudian menjawab.

.........Tulisan ini akan dilanjutkan kemudian atau mungkin para pembaca sudah tahu jawabannya ?.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=386