Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Iptek & Kesehatan
Sharing - dioperasi dengan bius total akibat terserang Bursitis
Rabu, 22 April 15 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Bius Total

Sepanjang hidup, saya belum pernah dibius total untuk dioperasi. Selasa sore, 7 April, 2015 sekitar jam 1430 di rumah sakit MMC, Kuningan, Jakarta, untuk pertama kalinya saya merasakan betapa majunya teknologi dunia kedokteran (medis) saat ini. Dalam hitungan menit setelah terbujur di meja operasi, saya kemudian mendengar aba-aba,"Pak Triharyo, kami akan mulai bius lewat suntikan". Dalam hitungan detik, saya langsung tertidur lelap. Lalu suara berikutnya, yang saya dengar secara sayup-sayup adalah "Operasinya sudah selesai dan lancar, Pak Tri". Semua berjalan sepertinya secara instant, walaupun saya lihat jarum jam bergeser sekitar 30 menit. Saya tidak merasakan apapun. Rasanya hanya seperti orang tertidur dan kemudian dibangunkan.

Selanjutnya saya dipindahkan ke ruang penyembuhan (recovery) dan diberi pesan, "Mohon istirahat dulu disini sekitar 15 menit, setelah itu Pak Triharyo boleh pulang". Ternyata betul, dalam waktu sekitar 15 menit rasa kantuk saya menghilang, setelah itu saya sudah bisa berjalan kembali, dengan agak sedikit goyang, seperti seseorang baru bangun tidur di pagi hari. Kemudian saya langsung berjalan menuju kasir, mengeluarkan kartu kredit untuk membayar seluruh biaya operasi. Tidak lebih dari 30 menit setelah dioperasi, saya sudah berada dalam mobil untuk pulang ke rumah.

Sepanjang jalan ke rumah, saya masih berdecak kagum betapa presisinya teknologi anastesi saat ini. Padahal sebelumnya ada juga rasa kekhawatiran pada diri saya, sewaktu dokter menyampaikan perlunya akan pembiusan total. Kekhawatiran saya adalah, bagaimana andaikan setelah tubuh kita dibius, kita tidak bisa berteriak, tetapi ternyata masih bisa merasakan rasa sakit. Wah, serem juga pikir saya, karena tulisan-tulisan seperti ini banyak tersebar di internet. "Jangan khawatir pak Tri, kami bisa amati dari nadi bapak. Walaupun bapak tidak bisa berteriak, tetapi kalau ada rasa sakit, pasti nadi pak Tri akan melonjak. Selain itu dosisnya juga sangat terukur, sehingga bapak nanti bisa langsung pulang, setelah dibius total dan operasinya selesai", kata dokter bedah sebelum operasi, sambil tertawa yang bernada "Ini pasien awam amat, sih". Ternyata sang dokter bedah memang betul-betul memberikan bukti dan bukan janji.

Lalu kenapa saya harus dioperasi dengan dibius total dan apa itu Bursitis ?

Dengan tubuh yang semakin menua, berbagai proses degradasi alamiah terjadi pada tubuh saya. Beberapa waktu yang lalu, saya menderita terbentuknya selaput katarak di kedua mata saya, dan kedua selaput tersebut terpaksa diangkat dengan operasi mata, walaupun cukup dengan bius lokal. Alhamdulilah saat ini mata saya sudah kembali jelas dengan penglihatan yang semakin terang benderang. Nah, setelah katarak mata, kali ini siku saya yang mengalami penyakit yang bernama “Bursitis. Salah satu penyakit yang kemungkinan diderita oleh banyak orang di usia lanjut. Apakah Bursitis itu ?

Bursitis adalah peradangan pada sambungan antar tulang yang disertai rasa nyeri. Peradangan ini terjadi pada bagian yang bernama “Bursa” (ini bukan Bursa saham, lho). Silahkan lihat gambar disamping. Bursa adalah kantong yang mengandung cairan pelumas (semacam oli untuk sambungan tulang). Bursa ini berfungsi memudahkan pergerakan normal dari beberapa sendi pada otot dan untuk mengurangi efek dari gesekan antar tulang.

Bursa terletak pada sisi yang mengalami gesekan, terutama di tempat dimana otot melewati tulang. Ada sekitar 150 Bursae (itu kata jamak dari Bursa) di seluruh tubuh manusia. Bursae berperan sebagai bantal pergerakan sendi-sendi yang berupa bungkusan seperti gelembung udara. Terletak dekat tendon sendi, Bursae mengurangi gesekan antara tulang dan tendon, membuat sendi fleksibel dan mudah untuk bergerak. Bursae tidak berisi udara, tetapi berisi cairan pelumas bening yang disebut cairan sinovial.

Nah, penyakit Bursitis terjadi ketika sebuah bursa mengalami peradangan. Kadang-kadang peradangan ini menyebabkan bursa memproduksi cairan lebih banyak, sehingga menyebabkan pembengkakan. Karena bursa berada di setiap sendi pada tubuh, maka bursitis dapat berpotensi muncul di bagian tubuh manapun. Bagian yang paling umum terserang bursitis adalah bahu, pinggul, siku, lutut, pergelangan kaki, pantat, dan kadang-kadang ibu jari atau jari kaki. Dalam keadaan normal, sebuah bursa mengandung sangat sedikit cairan. Tetapi jika terluka, bursa akan meradang dan bahkan terisi oleh cairan.

Apa penyebab Bursitis, bagaimana gejalanya dan bagaimana penyembuhannya ?

Penyebab Bursitis seringkali tidak diketahui, tetapi Bursitis dapat disebabkan antara lain akibat pemakaian anggota tubuh yang terlalu berlebihan selama bertahun-tahun. Pada diri saya Bursitis terjadi pada sambungan di siku kanan saya. Lihat bentuk siku kanan saya pada foto di bawah yang agak aneh alias menonjol tajam (itu foto saya dengan ibunda tercinta setelah ia sembuh kembali). Menurut dokter, penyebabnya adalah karena saya selama berpuluh-puluh tahun mengetik di depan komputer, dimana tangan saya terus menerus bersandarkan pada kedua siku saya. Selain gerusan selama puluhan tahun, kemungkinan besar ada bagian tulang di siku kanan saya yang agak tajam. Sehingga selama ini tulang yang tajam tersebut, menggesek-gesek Bursa di sikut kanan, secara terus menerus. Lama kelamaan, Bursa terluka, menebal dan di dalamnya terkumpul endapan cairan sinovial.

Bursitis di siku kanan saya menyebabkan nyeri dan cenderung membatasi pergerakan. Jika misalnya siku kanan tersebut saya tekuk, untuk melakukan putting golf misalnya, maka saya akan merasakan rasa nyeri. Penyembuhan Bursitis biasanya diobati dengan istirahat, dimana untuk sementara waktu, sendi yang terkena Bursitis tidak digerakkan dengan diberikan obat peradangan atau terkadang diberikan obat pereda nyeri. Tapi nampaknya Bursitis saya cukup kronis karena endapan di sikut sudah cukup besar, sehingga perlu dibuang melalui melalui pembedahan. Selain itu dokter merasa perlu untuk “memperhalus” tulang di sikut kanan saya agar tidak menyebabkan Bursitis kambuh lagi. Itulah sebabnya saya harus dibius total.

Syukur alhamdulilah operasi berjalan lancar

Berkat ridho Allah SWT serta doa dan perhatian rekan-rekan semua, operasi saya berjalan lancar dan keesokan harinya pada Rabu 8 April, 2015, saya sudah mulai masuk kerja kembali. Pesan dari sharing ini adalah, harap diingat bahwa ada bagian-bagian tubuh kita yang akan mengalami penuaan dan perlu perawatan dengan semakin berlanjutnya usia kita semua. Demikian sharing kami dan mudah-mudahan ada manfaatnya.

Salam
Hengki

 



Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=394