Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Migas
Tahukah anda caranya menghemat biaya bensin sampai sepertiganya ?
Senin, 30 Nopember 15 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Salah satu biaya yang cukup signifikan bagi para pensiunan adalah pengeluaran untuk bahan bakar kendaraan (misal Bensin). Harga Premium bersubsidi saat ini Rp 7.400. Sedangkan Pertalite Rp 8.300. Untuk non-subsidi, pengendara mobil bisa membeli seperti Pertamax dengan harga di kisaran Rp 9.000. Dengan harga tersebut, biaya per bulan pengeluaran untuk bensin dengan pemakaian sedang, misal untuk pergi ke mall, datang ke acara resepsi pernikahan, silaturahmi dengan keluarga dll, biasanya habis sekitar Rp 1,5 juta per bulan untuk ongkos bensin.

Lalu bagaimana caranya agar biaya bensin per bulan, bisa menjadi sekitar Rp 500.000, dengan frekwensi perjalanan yang sama ?. Jawabnya adalah menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG), yang harga per liternya masih Rp 3.100.

Tahukah anda bahwa saat ini Toyota Vios di Indonesia, sudah mengeluarkan mobil versi Bahan Bakar Gas (BBG - lihat di foto) ?. Jadi saat ini, para pengendara mobil, tidak harus memasang converter kit, yang garansinya tidak jelas. Toyota sudah memproduksi di Indonesia, kendaraan dengan bahan bakar ganda, yaitu memakai gas alam (BBG) dan bensin. Silahkan baca beritanya disini. Nah, yang lebih hebat lagi, mobil Toyota produksi Indonesia dengan menggunakan BBG, justru di-export dan digunakan di Thailand dengan converter kit terbuat dari Cikarang, Jakarta. Namun sayangnya mobil jenis ini, justru belum digunakan di negeri sendiri.

Salah satu alasannya, para pengendara mobil selalu complaint, bahwa bila nanti beli mobil BBG, akan sulit mengisi bahan bakar-nya. Dalam kesempatan ini, perlu saya laporkan bahwa sepanjang 20 (dua puluh) tahun pelaksanaan program BBG, yaitu sejak tahun 1995, jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), yang berhasil dibangun hanya terpasang 23 (dua puluh tiga) SPBG. Dengan kata lain hanya dibangun sekitar 1 (satu) SPBG per tahun. Saat ini team Ditjen Migas dan Team Pertamina, akan selesai memasang 20 (dua puluh) SPBG dalam 4(empat) bulan (Agustus s/d Desember 2015). Selain itu, direncanakan dalam 4 (empat) tahun mendatang akan dibangun 300 SPBG, khususnya di kota-kota besar. Apakah ini cukup ?. Tentu masih belum, karena supaya efektif, jumlah SPBG yang ada di Indonesia, perlu mencapai sekitar 4.000 s/d 5.000 SPBG, sebagaimana di Thailand dan negara-negara lain.

Demikian sharing informasi, tentang kegiatan yang sedang saya kerjakan akhir-akhir ini.

Salam
Hengki

 

Nb: Oh, iya kalau ingin lihat harga dasar mobil Toyota Vios dan harga mobil lainnya dengan cepat, silahkan kunjungi e-katalog pemerintah. Pengadaan Pemerintah dengan menggunakan e-katalog, saat ini berkembang dengan sangat pesat. Ini adalah salah satu karya rekan Dr Agus Prabowo - AR77, selaku Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Tujuannya adalah supaya mempercepat proses pengadaan pemerintah, selain meningkatkan transparansi dan juga menghilangkan biaya-biaya yang tidak perlu

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=398