Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Seni
Tahukah anda caranya berkeliling dunia dengan menyupir kendaraan sendiri ?
Jumat, 01 Januari 16 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Lima puluh tahun yang lalu, ada pasangan suami-istri dokter Indonesia, yang keliling dunia dengan mengendarai mobil. Saking serunya pengalaman mereka, tulisan perjalanan keluarga dokter tersebut, menjadi serial menarik di majalah Intisari. Waktu itu, mereka terkadang harus meng-kapal-kan mobil pribadi mereka, ke negeri tempat tujuan wisata. Syukur Alhamdulilah, saat ini, dunia sudah berubah menjadi semakin maju. Dengan bantuan internet, petualangan serupa dapat dilakukan oleh siapapun, dengan jauh lebih mudah dan juga lebih murah. Namun, walaupun sekarang lebih mudah, berpetualang dengan menyupir mobil sendiri, ke berbagai pelosok dunia, masih tetap merupakan sebuah pengalaman yang cukup menarik.

Sejak tahun 2013, saya dan istri memulai perjalanan, ke berbagai pelosok dunia, dengan mengendarai mobil sendiri (walupun memakai mobil sewaan). Berikut sharing, kiat-kiat kami, bagi rekan-rekan yang mungkin berminat dengan petualangan seperti ini

 1. Pertama - miliki SIM Internasional.

Mengambil SIM internasional hanya perlu 15 menit di Kantor Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, yang beralamat di Jl Letjen MT Haryono Kav 37-38, Jakarta (seberang Tebet Green). Bawa fotocopy passport, foto copy KTP, fotocopy SIM, meterai Rp 6000, foto 6x4 (berdasi bagi cowok) dan bayar Rp 250.000. Kalau ada persyaratan yang lupa, di gang depan kantor Korlantas, ada warung yang bisa membuat pasfoto, membuat fotocopy, menjual meterai dll. Dengan syarat lengkap, isilah formulir permohonan di depan petugas, lalu di-potret, dan kemudian di-sidik jari secara digital. Dalam waktu tidak lama, SIM internasional langsung diserahkan oleh petugas Korlantas.

2. Beli Alat Global Positioning System (GPS)

Saya sarankan membeli GPS merk Garmin. Harganya sekitar Rp 800 ribu s/d Rp 2,5 juta. Garmin Nuvi tipe 30 sd 50 sudah cukup bagus. Jika kita menyewa mobil dengan opsi menyewa GPS, harga sewa GPS-nya saja sekitar Rp 750.000 untuk seminggu. Jadi dalam 2(dua) kali perjalanan, investasi beli GPS sudah terbayar. Manfaat lain dengan membeli GPS, adalah kesempatan untuk berlatih di Jakarta, sambil belajar mengikuti petunjuk (suara instruksi) dari GPS, di jalan-jalan Jakarta. Sehingga kita sudah semakin terbiasa dan terlatih, bila nantinya menyupir dengan GPS tersebut, di luar negeri. Juga bila GPS adalah milik sendiri, maka data-data obyek wisata yang akan dikunjungi, sedikit demi sedikit bisa di-search dan mulai disimpan pada GPS (sebagai saved locations), sejak dari Jakarta (sebelum melakukan perjalanan). Seperti contohnya, simpanlah sejak awal, route dari airport ke hotel, route ke tempat-tempat makan murah dari hotel, route ke lokasi-lokasi obyek wisata dll. Jangan lupa, dalam memilih obyek wisata, hotel, tempat shopping, tempat kuliner yang ingin dikunjungi, baca dulu review dan komentar para pengunjung di www.tripadvisor.com ke obyek tersebut.

 3.  Sewa Mobil

Seperti juga membeli tiket pesawat atau booking kamar hotel, untuk menyewa mobil, saat ini sudah ada www.rentalcars.com . Website ini menawarkan harga sewa mobil termurah, dengan membandingkan 6 (enam) s/d 8 (delapan) perusahaan internasional penyewaan mobil (rental cars). Sewa mobil per hari rata-rata sekitar Rp 400.000, untuk mobil terkecil (lihat foto diatas). Dari pengalaman saya, pilihlah mobil terkecil yang tersedia. Mobil kecil, lebih flexible dan mudah mencari parkir. Tentunya, memang akan ada sedikit keterbatasan, untuk kapasitas bagasi. Bila 4(empat) orang, berarti Rp 100.000/hari per orang (belum termasuk bensin). Yakinkan harga anda sudah termasuk seluruh biaya asuransi, bilamana terjadi kecelakaan. Periksa dengan teliti, saat menerima mobil dan catat serta sepakati semua kerusakan dari pemakai sebelumnya. Pesan kendaraan, sejak mendarat di airport, dan kembalikan kendaraan di airport, lokasi penerbangan kembali ke Jakarta. Jadi semacam menyewa mobil, secara "door-to-door". Contoh, ambil mobil di Penang airport dan kembalikan di Phuket airport. Sehingga anda bisa menjelajah dengan mobil dari sejak Kota Penang di Malaysia, memasuki negeri Thailand dan kemudian berkeliling seluruh kota-kota di Pulau Phuket. Lalu setelah selesai, kembalikan mobil di Airport Phuket, sebelum terbang ke Jakarta.

 4.  Riset untuk menekan biaya.

Salah satu biaya terbesar dalam perjalanan wisata, adalah biaya untuk makan. Coba perhatikan perbedaan biaya kamar hotel, dengan termasuk breakfast, dan tanpa breakfast. Dengan menyewa kendaraan, kita justru bisa makan di tempat-tempat yang jauh lebih murah, dengan menu khas negara tujuan (jadi sekaligus semacam wisata kuliner). Tetapi tentunya perlu sedikit riset, untuk tahu lokasi kuliner, yang terdekat ke tempat penginapan. Bila perlu bisa juga jauh dari tempat penginapan, bila memang menu makanannya cukup menarik. Makan saja dipinggir jalan (tidak perlu di restoran), dengan tentunya memperhatikan higienis makanan. Makan dengan cara seperti ini, ternyata merupakan pengalaman sulit terlupakan dan hanya bisa dilakukan bila menyupir kendaraan sendiri. Selain sangat murah, mencoba beragam makanan dalam beragam suasana, ternyata sangat menyenangkan. Sebagai ilustrasi, seorang wisatawan ke kota Jakarta, bisa saja makan menu mewah, di salah satu restaurant atau cafe. Kiat makan seperti ini selain mahal, tentunya mungkin tidak akan berbeda suasananya, dari satu kota ke kota lainnya, di seluruh dunia. Tetapi akan lain, jika sang pengunjung ke kota Jakarta, makan bubur ayam di Pasar Cikini, dari dalam mobil, disaat pagi hari.

 5.  Mempersiapkan diri untuk menyupir di luar negeri.

Saat ini banyak website yang menjelaskan, tentang kiat-kiat menyupir di suatu negara. Sebelum berangkat, sangat disarankan membaca dulu penjelasan-penjelasan pada berbagai website tersebut. Sebagai contoh di negeri Vietnam, baru saja tahun ini, mengakui SIM internasional.  Dari pengalaman saya, bila sudah terbiasa menyupir di Jakarta, rasanya cukup mampu untuk menyupir kendaraan, di hampir seluruh negara di dunia. Menyupir sendiri bisa memperoleh visuasiliasi tingkat kesopanan dan budaya masyarakat dalam ber-interaksi di jalan raya. Di Los Angeles, suasananya dingin dan serba kencang (semua seperti ingin berbalapan menuju tujuan). Di New York banyak klakson dan terkadang dicampuri teriakan supir yang berasal dari banyak negara. Di kota Roma tidak jauh berbeda dengan New York, tetapi juga terkadang dicampuri teriakan para supir Itali. Di Thailand, sangat santun dan jarang sekali terdengar bunyi klakson. Ada yang unik saat kami mengendarai mobil di Phuket, Thailand. Pada malam hari, di jalan 2(dua) jalur, saya secara tidak sengaja memainkan “dim”, mengganti lampu pendek, ke lampu jauh dan kemudian saya kembalikan lagi ke lampu pendek. Dalam hitungan detik, mobil di depan saya, secara buru-buru berpindah jalur untuk mengizinkan saya mendahului (menyalip). “Waduh, maaf saya tidak sengaja men-dim lampu”, kata saya dari dalam mobil (yang pasti tidak terdengar oleh si pengendara mobil di depan saya).  Sedemikian santunnya, para pengendara mobil di Thailand, pikir saya.

Berwisata dengan menyupir kendaraan sendiri, memastikan bahwa hampir semua obyek wisata, pasti, akan dapat dikunjungi, dengan lebih santai dan juga dengan waktu kunjungan yang sesuai keinginan kita. Dari beberapa kali perjalanan, ternyata secara total, biaya dengan cara ini, relatif lebih murah dari biaya paket wisata, melalui tour operator, berikut kira-kira rincian biaya per hari/per orang, bila bepergian berdua :

  • Kamar hotel berbintang 3(tiga) sekitar Rp 400.000/hari atau : Rp 200.000
  • Sewa kendaraan Rp 400.000 per hari                                              : Rp 200.000
  • Biaya untuk makan dengan makan di berbagai lokasi                : Rp 100.000
  • Biaya untuk bensin kira-kira Rp 100.000 per hari (2015)          : Rp   50.000

Jadi hampir di seluruh kota-kota di dunia, biaya per hari-nya “hanya” sekitar Rp 550.000 per orang-hari, atau untuk 5 (lima) hari, sekitar Rp 2,75 juta (diluar tiket pesawat terbang). Silahkan bandingkan dengan biaya paket perjalanan melalui berbagai Tour Operator.

Demikian sharing kami dan selamat mencoba bagi yang berminat. Mohon maaf bagi yang sudah sering traveling seperti ini.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=399