Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Panas Bumi
Tanggapan atas Industri panas bumi (direct use)
Selasa, 08 Januari 2008 - by : admin
[dari milis itb77]

---

Saya mengucapkan selamat atas terobosan ini. Ikut bangga. Saran saya sbb:

1. Uap panas itu mengandung bahaya (tekanan dan potensi membuat logam berkarat).

2. Pemakai di desa umumnya kurang memikirkan keselamatan kerja.

3. Jadi perlu diyakinkan ada alat pengaman setidaknya 1 lapis, kalau dapat 2 lapis - mudah2an tidak menjadikannya kemahalan.

4. Pasti sudah ada SOP (Standard Operating Procedure), tapi perlu juga SMP (Standard Maintenance Procedure) dan diajarkan secara detail plus berdisiplin biar aman dan awet.

4. Ada peninjauan berkala (mis. 3 bulan sekali).

Handjono.


Rekans,

Saya sangat sependapat dengan Bung Hanndjono, Bahwa SMP (standart Maintenance Procedure) sangat penting. Pada Thn 1977, saya pernah melakukan bisnis Minyak Atsiri (produksi) di garut untuk bahan baku akar wangi dan di Bogor untuk bahan baku Nilam. Kemudian bisnis ini saya tinggalkan, bukan dikarenakan kontinuitas bahan baku (sebab sangat berlimpah) atawa peralatannya, tetapi lebih disebabkan karena hasil akhir dari produk minyak atsiri hanya ditentukan oleh Pemain/pembeli tunggal . Di Indonesia pemain minyak atsiri sangat bergantung pada PT. Djasula Wangi sebagai pemain tunggal, dia merupakan produsen minyak atsiri terbesar kedua didunia (punya cabang di banyak Negara). Kita sangat sukar kalau mau ekspor lansung, kecuali kita mempunyai modal yang sangat besar (padat modal). Bersama ini saya berikan penjelasan tentang minyak atsiri :

Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eteris (aetheric oil), minyak esensial, serta minyak aromatik, adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, sulingan minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.

Para ahli biologi menganggap, minyak atsiri merupakan metabolit sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agen untuk bersaing dengan tumbuhan lain (lihat alelopati) dalam mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewan kadang-kadang juga mengeluarkan bau-bauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang berbau menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri.

[sunting] Ciri-ciri

Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain itu, susunan senyawa komponennya kuat mempengaruhi saraf manusia (terutama di hidung) sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu (baunya kuat). Setiap senyawa penyusun memiliki efek tersendiri, dan campurannya dapat menghasilkan rasa yang berbeda.

Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu. Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak/lipofil.

[sunting] Beberapa minyak atsiri penting

* Minyak adas atau fennel /foenicoli oil

* Minyak cendana atau sandalwood oil

* Minyak cengkih atau euganol oil

* daun cengkih atau leaf clove oil

* Minyak kayu putih

* Minyak kenanga atau ylang-ylang oil

* Minyak lawang

* Minyak mawar

* Minyak nilam

* Minyak serai

Selain itu, dikenal pula beberapa "minyak" (atau dalam bentuk salep) yang sebenarnya merupakan kombinasi antara beberapa minyak atsiri. Contohnya:

* Minyak telon

* Minyak tawon

* Minyak angin

* Beberapa minyak gosok dan salep gosok.

Salam,

Hilman Muchsin


Dear Hilman,

Apakah rumput akar wangi Vetiver (Chrysopogon zizanioides) Termasuk pada penghasil minyak Atsiri?.

Rumput ini kami tanam pada sisi-sisi aliran sungai dan jalan tanggul, kegunaan untuk penahan erosi (erosi kontrol).

Sepertinya waktu lalu memang kami pesan dari Garut, dan sekarang pada lahan PASIR SISA TAMBANG (SIRSAT = tailing), cukup mudah untuk tumbuh dan bertahan lama, dan masih dilakukan penanamannya sampai saaat ini. (bibit hanya diambil dari yang sudah tumbuh).

Sementara untuk untuk pohon Jarak (Jatropha) juga ada ditanam pada lahan SIRSAT, cuman belum dalam jumlah yang banyak (masih sebatas untuk penghijauan).

Salam

hdasril/GLí77


Bung Dasril,

Benar sekali Bung Dasril, produk akhir dari Akar wangi merupakan salah satu jenis dari golongan minyak atsiri. Rumput akar wangai Tumbuh baik di tanah yang mengandung pasir, karena mudah dicabut dan tidak merusak struktur akarnya serta mudah dibersihkan. Di tanah biasa juga bisa tumbuh, tapi susah dicabutnya (tanahnya ikut terbawa dan sulit dibersihkan).

Akar wangi adalah bahan dasar parfum. Sampai dengan saat ini, harga jual dari hasil akhir penyulingan akar wangi termasuk bagus.

Salam,

Hilman Muchsin


Tak kusangka Hilman pernah bisnis minyak atsiri di tahun 1977 (?). Waktu itu apa masih kuliah di kampus ?. Mungkin setelah 30 tahun, rasanya kita (ITB-77 bersama mitra-mitranya) cukup punya jaringan untuk mengexport langsung ke luar negeri.

Para petani akar wangi memang menyampaikan bahwa harga jual produk mereka sangat dikendalikan oleh pembeli/pengexport (ada di presentasi). Para pengexport kurang membantu petani sama sekali. Petani "disuruh" cari solar subsidi untuk kegiatan penyulingan. Padahal pemerintah melarang pemakaian solar bersubsidi untuk kegiatan industri. Sehingga para petani akar wangi di Garut "kucing-kucingan" dengan polisi.

Siapa tahu kita bisa membantu para petani dengan meningkatkan pendapatan mereka melalui teknologi (high yield processing equipment dan memakai energi panas bumi) dan juga mengembangkan jaringan pemasaran mereka.

Thanks Hilman atas feedbacknya. Saya terus terang masih curious kenapa Hilman di tahun 1977 masuk ke bisnis minyak atsiri.

Salam

Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=40