Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Politik
Tahukah kenapa terjadi kepanikan di dunia, dalam beberapa hari ini ?
Sabtu, 09 Januari 16 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Sewaktu di SMP, saya kebetulan bersekolah di Amerika Serikat, mengikuti ayahanda yang bertugas di Washington DC. Saya ingat di bulan Desember 1972, terdengar berita di radio bahwa mantan Presiden Truman, sedang menderita penyakit Pneumonia dan akhirnya mengalami koma. Penderitaan kondisi koma mantan Presiden Truman itu, cukup memakan waktu sampai berminggu-minggu. Ibu saya sempat berkomentar, saat mendengar berita tersebut, “Seseorang pemimpin seperti Presiden Truman, yang memutuskan untuk mem-bom kota Hiroshima dan Nagasaki, pasti akan mengalami kesulitan saat memasuki ajalnya”.

Karena dengan keputusan Presiden Truman, memang banyak sekali penduduk sipil yang tidak berdosa, mati secara mengenaskan. Sewaktu saya bekerja di Jepang puluhan tahun kemudian, masyarakat Jepang, yang beberapa generasi jauh lebih muda setelah pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, masih saja sering berkomentar, “Kok tega-teganya ya, seorang manusia menjatuhkan bom atom, di kota yang hanya berpenduduk sipil”.

Banyak buku sejarah yang masih terus membahas keputusan Presiden Truman tersebut dari sisi moralitas, dari sisi strategi militer dll. Namun satu hal yang pasti, bahwa Presiden Truman, setelah mem-bom Hiroshimia dan Nagasaki, dan menyaksikan kedahsyatan daya hancurnya, bukannya surut tetapi justru terus memutuskan untuk melanjutkan pengembangan Bom Atom, menjadi bom yang jauh lebih spektakuler lagi, yaitu Bom Hidrogen. Sehingga pada 1 November 1952, Amerika Serikat kemudian meng-uji coba, untuk pertama kalinya Bom Hidrogen di Kepulauan Marshal. Ternyata hasilnya sangat luar biasa dahsyatnya. Bom Atom di Hiroshima pada tahun 1945, daya ledaknya adalah ekivalen dengan 15.000 ton peledak TNT. Sedangkan Bom Atom yang diledakan di Nagasaki beberapa hari kemudian, mempunyai daya ledak 21.000 ton peledak TNT.

Nah, Bom Hidrogen yang diledakkan di Kepulauan Marshal pada tahun 1952, adalah setara dengan 10.000.000 ton peledak TNT. Sehingga setelah di-uji coba, salah satu pulau dengan panjang 2 km, yaitu Pulau Elugelab, hilang dari permukaan bumi dan meninggalkan laut yang sangat dalam (lihat foto). Hilangnya pulau ini, seperti kira-kira, lenyapnya Pulau Tidung atau Pulau Pari di Kepulauan Seribu, secara seketika terhapus dari muka bumi (mirip seperti senjata Death Star untuk menghancurkan planet, dalam film Star Wars). Hampir semua ilmuwan yang mengembangkan Bom Hidrogen, termasuk Einstein, setelah melihat kedahsyatan daya ledak bom tersebut, menyatakan bahwa itulah awal dari kiamat bumi.

Selama puluhan tahun kemudian, Bom Hidrogen terus diperbanyak dan ditempatkan pada hulu-hulu ledak roket-roket milik Amerika Serikat, dan juga pada roket-roket milik Russia. Roket-roket tersebut terus diperbanyak jumlahnya disaat perang dingin antara kedua negara adi kuasa. Sehingga di tahun 1960-an, jumlah Bom Hidrogen yang dimiliki oleh Amerika dan Russia, bila digunakan untuk berperang, dalam misalnya Perang Dunia Ketiga, akan bisa menghancurkan bumi ini berkali-kali lipat. Saking takutnya para pimpinan kedua negara tersebut, akhirnya secara berkesinambungan dinegosiasikan-lah tahapan-tahapan untuk peleburan dan penghapusan Bom Hidrogen, yang dimiliki oleh Amerika dan Russia. Dengan hilang atau menyusutnya cadangan Bom Hidrogen dari muka bumi, dunia kemudian relatif menjadi aman dan peperangan pada berbagai negara, hanya kemudian memakai bom konvensional.  

Pada 6 Januari, 2016, tiba-tiba Pemerintah Korea Utara menggemparkan dunia dan menyatakan bahwa mereka telah berhasil meng-uji Bom Hidrogen. Salah satu indikasinya adalah gempa bumi berkekuatan 5,1 dalam skala Richter, yang berhasil terdeteksi oleh puluhan Seismograph di seluruh dunia. Banyak para ilmuwan yang langsung menyatakan bahwa daya ledak Bom Hidrogen, jauh lebih besar dari 5,1 skala Richter. Para ilmuwan tersebut beropini bahwa Korea Utara, masih belum memiliki Bom Hidrogen.

Tetapi sebaliknya dengan para pimpinan pemerintahan di seluruh dunia, hampir semua menjadi panik, karena inilah ujian ledakan nuklir ke-empat, yang dilakukan oleh Korea Utara. Dari waktu ke waktu, daya ledakan, yang dihasilkan oleh Korea Utara, justru semakin menguat. Padahal dunia sudah meng-embargo negeri Korea Utara secara total. Bila kali ini belum tercapai kekuatan yang setara dengan kekuatan Bom Hidrogen, bahwa ada kemungkinan Korea Utara akan mampu menghasilkan Bom Hidrogen, yang nantinya berkekuatan untuk melenyapkan sebuah pulau, di kemudian hari. Disisi lain, Korea Utara sudah memiliki teknologi roket, untuk mengirimkan hulu ledak berisi Bom Hidrogen tersebut, kemana saja di dunia.

Inilah yang sedang terjadi di dunia minggu lalu, dan mari kita amati perkembangannya di hari-hari mendatang.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=402