Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Pendidikan
Menjadi seorang Insinyur
Minggu, 05 Juni 16 - by : Triharyo Indrawan

Untitled document

NIAT DASAR 

Dalam meniti kehidupan, setelah melalui pendidikan Sarjana Teknik, ada 2(dua) pilihan utama bagi seorang "Insinyur", yaitu peningkatan nilai tambah diri atau peningkatan nilai aset pribadi. Kedua pilihan ini merupakan jalur yang bisa-bisa sangat berbeda. Namun walaupun berbeda, tetapi sebaiknya kedua pilihan tersebut mempunyai niat dasar yang sama, yaitu menciptakan kemaslahatan bagi umat manusia. Inilah niat yang mendasari setiap langkah seorang alumni Teknik Kimia. Bingungkah anda membaca paragraph yang berat ini ?. Mohon sedikit bersabar, karena saya akan coba jelaskan secara perlahan-lahan.

BELAJAR KATA KERJA  

Mari kita mulai dengan belajar bahasa Inggris, khususnya tentang kata kerja. Apakah kata kerja dari seorang "singer". Jawabannya sederhana yaitu "to sing". Artinya seorang singer bekerjanya ya menyanyi. Lalu bagaimana kata kerja untuk seorang Actor ?. Kata kerjanya tentu "to act" atau dengan kata lain, pekerjaan seorang actor adalah memerankan watak. Kemudian Farmer adalah "to farm". Fishermen adalah "to fish" dan seterusnya.

Itu tergolong kata-kata mudah, coba sekarang apa kata kerja dari seorang Economist dan juga seorang Politician. Disini terasa mulai agak sulit. Menurut saya, Economist, kata kerjanya adalah "to economize" yaitu mengeluarkan biaya yang sekecil-kecilnya untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Lalu kalau Politician, kata kerjanya adalah "to politice". Interpretasi saya, seorang politician, bekerjanya adalah mengeluarkan usaha yang sekecil-kecilnya, untuk mendapatkan kekuasaan yang sebesar-besarnya. Mohon maaf kepada para economist dan politician, bila interpretasi ini salah.


TO ENGINEER 

Nah, kalau begitu apa kata kerja seorang engineer ?. Apa pekerjaan atau makna dari kata "to engineer". Ini adalah pertanyaan mendasar bagi seorang alumni Teknik Kimia. Mohon untuk betul-betul direnungkan makna ini, khususnya bagi yang baru saja menerima gelar Sarjana Teknik Kimia.

Menurut saya, "to engineer" adalah membuat karya keteknikan sekecil apapun, yang dapat mendatangkan kemaslahatan yang sebesar-besarnya bagi umat manusia. Tentunya bagi seorang chemical engineer karyanya, adalah karya Teknik Kimia. Lalu mungkin ada pertanyaan, apakah seorang chemical engineer boleh menjadi economist atau politician.  

Tentu boleh-boleh saja, walaupun  mudah-mudahan niat dasarnya sama yaitu untuk menciptakan kemaslahatan umat dan bukan tercampur aduk dengan tujuan akhir seorang Politician atau Economist. Sebuah contoh tercampur aduknya niat dasar seorang engineer dengan politician, yaitu menghasilkan karya teknik sekecil apapun, untuk memperoleh kekuasaan yang sebesar-besarnya. Pasti komplikasi akan muncul, bila niat dasar seorang engineer adalah seperti itu. Tapi ngomong-ngomong di Indonesia, sebenarnya banyak lho engineers yang seperti itu.

PROFITS WILL FOLLOW

Juga komplikasi lain akan timbul, bila seorang engineer niat dasarnya seperti economist, yaitu membuat karya yang sekecil apapun, tetapi untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Jangan sampai terjadi sketsa seperti cartoon di kanan.

Statement ini tentunya tidak berarti bahwa seorang engineer, harus terus menerus miskin. Sama sekali tidak. Mungkin kata-kata yang lebih cocok adalah "engineers serves the betterment of humankind, and profits will follow".

BERKARYA DAN MEMBERIKAN MANFAAT

Sebagai seorang insinyur Teknik Kimia, yang telah menerapkan ilmu ini sejak tahun 1981 sampai hari ini, mungkin pesan yang terpenting kepada generasi penerus para Insinyur Teknik Kimia, adalah “selalu ciptakan karya-karya yang dapat meningkatkan kesejahteraan umat manusia”. Karya tersebut tidak harus berupa master piece yang berdampak luar biasa, tetapi karya keteknikan sekecil apapun, pasti akan berdampak pada lingkungan dan masyarakat disekililing kita.

Sisa hari-hari saya untuk membangun pabrik dan banyak industri di Indonesia (serta di manca negara), mungkin sudah semakin menipis. Tetapi hal ini tidak akan menyurutkan semangat saya untuk terus mendorong dan memacu pembangunan industri di Indonesia, seperti pembangunan proyek-proyek Kilang BBM di Tuban dan Bontang, pembangunan Proyek Pembangkit listrik 35.000 MW dan tentunya akselerasi 5(lima) Mega proyek Gas alam di Indonesia, yaitu LNG Tangguh-3, Masela, Tiungbiru Jambaran, IDD Chevron dan Jangkrik.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=408