Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Migas
Tahukah anda tentang DUC - salah satu parameter harga minyak bumi dunia ?
Kamis, 26 Januari 17 - by : Triharyo Indrawan

Untitled document

Bakso vs Martabak

Seperti diketahui, pengeboran minyak bumi di Amerika sudah tidak lagi mencari cadangan minyak yg tersimpan dalam bentuk bakso mangkok terbalik. Tetapi saat ini di negeri Paman Sam tersebut, pengeboran minyak bumi dilakukan untuk mencari cadangan minyak bumi pada lapisan yang berbentuk seperti martabak. Lapisan cadangannya relatif luas, tetapi tipis. Luas setiap lokasi cadangan, kira-kira sebesar Kota Bekasi. Lapisan tersebut disebut Lapisan Serpih (Shale).


Sepanjang sejarah, pencarian minyak bumi di dunia, teknologinya adalah mencari cadangan yg berbentuk bakso mangkok terbalik. Cadangan yg berbentuk ini, semakin hari semakin habis. Harga minyak bumi-pun membumbung sempat ke $140/barrel di tahun 2008. Namun hasil pengeboran pada lapisan serpih di Amerika, membuktikan bahwa minyak bumi pada cadangan yg berbentuk martabak, ternyata jauh lebih banyak dan jauh lebih besar, dibanding cadangan minyak bumi yg berbentuk bakso mangkok terbalik. Itulah yg mengakibatkan harga minyak bumi dunia terjun bebas. Perhatikan chart dikanan, semakin banyak pengeboran di lapisan serpih (tahun 2011 s/d tahun 2014), harga minyak bumi semakin terus turun, karena produksi minyak bumi terus meningkat (over supply). 

OPEC tidak tahan banting harga

Organisasi OPEC pada akhir tahun 2014 mencoba membanjiri dunia dengan meningkatkan produksi minyak buminya, agar harga minyak bumi jatuh. Tujuan OPEC adalah agar para pengebor lapisan serpih di Amerika, menjadi bangkrut dengan harga yang rendah. Perhatikan chart di kanan atas, pengeboran lapisan serpih semakin menurun di tahun 2015. Harga minyak bumi-pun pada awal 2016 memang sempat menyentuh $30/barrel. Tetapi lama kelamaan OPEC juga tidak bisa bertahan dengan strategi banting harga ini, karena negara-negara OPEC akhirnya mengalami kesulitan dengan neraca keuangan mereka.

Beberapa bulan lalu, pada akhir 2016, OPEC sepakat utk mengurangi produksi mereka agar harga minyak bumi naik. Indikasi awal, para produsen OPEC cukup disiplin, dan terjadi penurunan produksi sekitar 1,5 juta barel/hari. Harga minyak bumi-pun kemudian merangkak naik diatas $50/barel. Tetapi nampaknya dengan harga tsb, pengeboran pada lapisan serpih di Amerika juga rupanya langsung meningkat. Salah satu indikasinya adalah peningkatan DUC. DUC adalah singkatan dari Drilled Un-Completed Wells atau jumlah sumur yang sudah di-bor pada lapisan serpih, tetapi masih perlu kelengkapan tambahan utk bisa menghasikan produksi minyak bumi.

Kecenderungan (Trend) DUC

Angka DUC ini menjadi penting di monitor oleh lembaga resmi seperti US Energy Information Administration (EIA) karena angka ini dapat menjadi indikasi geliat pengeboran di lapisan serpih Amerika, dan tentunya kemungkinan tambahan pasokan minyak bumi ke dunia. Berikut data DUC dalam 4(empat) bulan terakhir:

  • September 2016 - 5065 wells
  • Oktober 2016      - 5031 wells
  • November 2016  - 5212 wells
  • Desember 2016  - 5379 wells (data 17 Jan 2017)

Data diatas menunjukan bahwa dengan harga minyak bumi meningkat kearah $52 sd $ 55, maka kegiatan pengeboran lapisan serpih di Amerika juga mulai menggeliat dan semakin meningkat.

Harga keseimbangan saat ini

Sudah sejak lama, banyak produsen minyak bumi menebak, berapa sebenarnya titik impas harga minyak bumi dunia, untuk memperoleh keekonomian pengeboran pada lapisan serpih. Nampaknya saat ini, angka tsb ada di kisaran harga minyak bumi $ 52 sd $ 55/barel. Mungkin inilah harga keseimbangan minyak bumi dunia untuk beberapa bulan(mungkin tahun) mendatang.

Demikian informasi sharing kami. Salam

Salam
Triharyo Soesilo (Hengki)

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=415