Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Korporasi
Peluncuruan Buku Karya ITB – “Korporasi Tangguh Indonesia”
Kamis, 07 September 17 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Dalam merayakan Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 para Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1977, ingin menyumbangkan sebuah buku bagi Negeri ini. Buku yang berjudul “Korporasi Tangguh Indonesia”, merupakan hasil riset selama setahun lebih oleh para peneliti dari ITB.

Riset ini dilakukan dalam rangka perayaan Reuni Akbar 40 tahun Alumni ITB Angkatan 1977 (ITB77) dan juga juga merupakan salah satu mata acara dalam rangka perayaan 100 tahun Pendidikan di ITB.

Riset yang telah dilakukan, adalah untuk mencari perusahaan Indonesia, yang justru disaat krisis ekonomi global pada tahun 2008 dan tahun 2014, kinerja keuangannya terus semakin meningkat.

Berdasarkan penelitian laporan kinerja keuangan seluruh Perusahaan Terbuka (Publik) di Indonesia, ternyata hanya ada 30 (tiga puluh) perusahaan yang kinerjanya malah semakin meningkat, pada saat terjadinya kedua krisis tersebut. Perusahaan seperti ini telah diseleksi oleh Team ITB77 dan diberi gelar sebagai Korporasi Tangguh Indonesia.

Selain menseleksi Korporasi Tangguh Indonesia, penilitian dilanjutkan dengan mencari kiat-kiat, kenapa perusahaan tersebut dapat menjadi Tangguh. Benang merah kiat-kiat para perusahaan ini juga dibahas dalam buku ini, misalnya terkait bagaimana focus bisnis perusahaan, inovasi, budaya perusahaan, pelayanan pelanggan, pengelolaan sumber daya manusia dan juga pengelolaan keuangan.

Berikut adalah link mengenai presentasi Triharyo tentang Buku Korporasi Tangguh Indonesia. https://drive.google.com/open?id=0B5J8nw6Tgb7OOUZZekN1Y3dsQkU

Dalam peluncuran buku pagi ini Jumat 18 Agustus 2017 pada “Seminar Kiat-Kiat Korporasi Tangguh Indonesia” di Gedung Aula Barat, Kampus ITB, Bandung, hadir Dirjen Bina Marga Arie Murwanto dan Dirjen Agro Kimia Panggah Susanto, yang juga merupakan para alumni ITB Angkatan 1977, memberikan keynote speech.

Beberapa wakil Korporasi Tangguh Indonesia juga hadir menjadi panelis untuk menyampaikan dan berbagi (sharing) tentang kiat-kiat perusahaan mereka. Pimpinan Perusahaan yang hadir antara lain dari PT Selamat Sempurna, PT Champion Pacific Indonesia, PT Pembangunan Perumahan dan PT Cardig Aero Services.

Pada akhir acara seminar, setiap peserta dan pengunjung mendapatkan buku “Korporasi Tangguh Indonesia” dari Triharyo Soesilo (Hengki), selaku editor buku dan Ketua Alumni ITB Angkatan 1977. Dengan harapan agar kiat-kiat Korporasi Tangguh Indonesia yang dibahas dalam buku tersebut, dapat untuk di-replikasi atau di-adopsi oleh perusahaan-perusahaan Indonesia lainnya, sehingga akan semakin banyak Korporasi Tangguh di Indonesia.

Buku langka ini juga menampilkan seluruh kinerja keuangan Perusahaan Terbuka di Indonesia dari tahun 2009 sampai 2015. Belum pernah ada buku yang menampilkan data rinci seperti ini.

Bagi yang ingin memiliki buku, saat ini buku sudah tersedia di Tokopedia pada link berikut https://www.tokopedia.com/bukukorporasi  

Jumat 18 Aug 2017, 18:04 WIB

Rahasia Perusahaan-Perusahaan RI yang Berkinerja Baik saat Krisis

Muhammad Idris – detikFinance

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3605247/rahasia-perusahaan-perusahaan-ri-yang-berkinerja-baik-saat-krisis

Jakarta - Banyak perusahaan-perusahaan besar asal Indonesia mampu bertahan dari berbagai krisis. Kesulitan ekonomi malah membuat perusahaan-perusahaan ternama ini semakin eksis dan bonafit. Namun seperti yang belum banyak orang tahu, mereka punya kiat masing-masing untuk terus bertahan dan menjadi semakin besar.

Triharyo Soesilo, Ketua Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1977 yang juga editor buku 'Korporasi Tangguh Indonesia' mengatakan, perusahaan seperti Gudang Garam malah besar karena bisa menggambungkan padat karya dan padat modal. Penggunaan teknologi yang butuh modal besar, nyatanya tak meminggirkan karyawan yang jumlahnya mencapai 30.000 orang.

"Contoh Gudang Garam itu perusahaan yang padat modal, juga padat karya jadi satu, karyawannya 30.000 orang melinting rokok, tapi juga punya rokok putih yang teknologinya tinggi. Menggabungkan 30.000 orang dalam satu perusahaan rokok, itu saya kira kinerja yang jarang," kata Triharyo di Gedung Aula Barat, Kampus ITB, Bandung, Jumat (18/8/2017).

Lanjut dia, perusahaan seperti Sari Roti bisa menjadi perusahaan besar di Indonesia hanya mengandalkan berjualan roti, karena jeli melihat peluang dan fokus pada roti yang memang disukai masyarakat. Atau cara unik dari perusahaan sekaliber Ciputra yang tetap irit dalam berbagai situasi.

"Sari Roti misalnya, kenapa dia bisa jadi perusahaan sangat besar dari jualan roti. Sistem pelanggan mereka dengan feedback yang sangat baik, caranya melihat dalam pameran-pameran apa saja yang laku, dilihat dari saat anak mengambil dan mencoba rotinya. Itu lalu kemudian difokuskan jadi produk keunggulan Sari Roti," ucap Triharyo.

"Yang lebih unik lagi seperti perusahaan Ciputra Develoment merasa tidak pernah berbeda antara saat krisis dan tidak krisis, Dirutnya naik pesawat ekonomi, sepanjang sejarah. Itu contoh-contoh perusahaan Indonesia," imbuhnya.

Beberapa perusahaan waralaba (franchise) dan multinasional asing juga bisa meraup sukses di Indonesia dengan caranya masing-masing. Bahkan, beberapa jaringan perusahaan asing di Indonesia itu, jadi yang terbesar dibandingkan dengan keberadaannya di negara lain.

"Kita kan mendengar misalnya Nyonya Meneer, kemudian Sevel, tiba-tiba tutup, tapi tahukah bahwa ACE Hardware terbesar di dunia itu ada di Indonesia. Jadi perusahaan franchise bisa berkembang pesat di Indonesia, kita melihat Kentucky Fried Chicken terbesar di dunia di Indonesia salah satu yang terbesar. Sangat unik dan menarik perusahaan ini mempunyai latar belakang internasional maupun lokal," ungkap Triharyo. 

Menurutnya, Buku berjudul Korporasi Tangguh Indonesia ditulis dari riset pada perusahaan Indonesia yang justru kinerja keuangannya meningkat saat krisis ekonomi global pada tahun 2008 dan 2014. Buku dari para peneliti ITB ini diluncurkan bersamaan dengan dengan perayaan Reuni Akbar 40 Tahun Alumni ITB Angkatan 1977 hari ini. (idr/wdl)

30 Perusahaan di Indonesia Tahan Banting Saat krisis, Ini Resepnya

Reni susanti

Kompas.com - 21/08/2017, 10:30 WIB 

http://ekonomi.kompas.com/read/2017/08/21/103000626/30-perusahaan-di-indonesia-tahan-banting-saat-krisis-ini-resepnya

BANDUNG, KOMPAS.com – Dari 600 lebih perusahaan terbuka di Indonesia, hanya 30 perusahaan yang kinerjanya meningkat saat krisismelanda tahun 2008 dan 2014. Tiga puluh perusahaan itu bergerak di berbagai sektor. Hal tersebut merupakan penelitian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dituangkan dalam buku berjudul ‘Korporasi Tangguh Indonesia dalam Menghadapi Krisis 2008 dan 2014’.

“Adakah sepanjang krisis 2008 dan 2014, perusahaan yang kinerjanya justru meningkat dan sangat baik? Itu yang ingin kita sumbangkan pemikirannya, apa kiatnya,” ujar Ketua Tim Editor Buku, Triharyo Soesilo kepada Kompas.com, Senin (21/8/2017). Tri menjelaskan, dari 30 perusahaan ini terdapat enam benang merah yang menjadi kiat sukses mereka bertahan saat krisis. Bukan hanya bertahan, namun sukses saat krisis terjadi.

Pertama, korporasi yang tangguh selalu fokus pada produk yang spesifik, sehingga dapat menjadi perusahaan yang terbaik pada sebuah ceruk pasar (nieche market). Misalnya, PT Sepatu Bata. Perusahaan ini sebenarnya mampu membuat banyak ragam jenis sepatu. Namun perusahaan ini lebih fokus pada produk alas kaki yang secara khusus ditujukan untuk anak-anak sekolah. “Seluruh kegiatan promosinya juga diarahkan untuk itu, seperti promosi Bata Children Program (BCP). Program pemasaran saar tahun ajaran baru sekolah, adalah waktu utama untuk perusahaan ini berpromosi,” ungkapnya.

Kedua, dengan niche market yang spesifik, terjadilah karya-karya inovatif. Selama ini, sambung Tri, ada anggapan bahwa diversifikasi produk menjadi sesuatu yang penting. Tapi justru 30 perusahaan ini memperlihatkan bahwa menggarap niche market justru lebih penting.

Ketiga, dalam hal pemasaran, 30 perusahaan ini mempunyai sebuah sistem umpan balik untuk mengetahui keinginan pelanggan. Di mana keinginan pelanggan tersebut menjadi arah dan penggerak proses produksi (bisnis).

Keempat, korporasi yang tangguh selalu mengedepankan budaya perusahaan sebagai roh dan keyakinan dari seluruh karyawannya. “Ciputra development itu unik. Dia tidak merasakan perbedaan antara krisis dan tidak. Dirutnya pun sepanjang sejarah selalu naik pesawat ekonomi,” tutur Tri.

Kelima, perusahaan menempatkan karyawan sebagai modal utama (capital). Seperti yang dilakukan PT Selamat Sempurna dengan zero turn-over, mempunyai ADR Training Center yang sangat terkenal.

“Dirutnya (PT Selamat Sempurna) ditanya, bagaimana merawat karyawannya. Dia jawab, satu saja target saya, tidak ada karyawan yang keluar. Itu jarang sekali terjadi,” ucapnya.

Terakhir, perusahaan yang mampu meningkatkan kinerja saat krisis adalah korporasi yang selalu hemat, mengelola risiko keuangan, dan berinvestasi secara optimal.

Perusahaan tersebut tidak akan berinvestasi berlebihan dan memikirkan kelima faktor tadi sebelum berinvestasi. Adapun ke-30 perusahaan yang dimaksud di antaranya PT Semen Indonesia, PT Surya Toto, PT Ekadharma International, PT Lion Metal Works, PT Champion Pacific Indonesia, PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Alkindo Naratama, PT Selamat Sempurna, PT Supreme Cable, PT Sepatu Bata.

Kemudian PT Kalbe Farma, PT Unilever Indonesia, PT Multi Bintang Indonesia, PT Gudang Garam, PT Bukit Asam, PT Astra Agro Lestari, PT Jasuindo Tiga Perkasa, PT Astra Graphia, PT Pudjiadi and Sons, PT AKR Corporindo, PT Ace Hardware, PT Ciputra Development, PT Jasa Marga, PT Telkom, dan PT Cardig Aero Service. "Tiga puluh perusahaan ini terdiri dari 60 persen perusahaan nasional, dan sisanya perusahaan asing yang ada di Indonesia," tutupnya.

30 Korporasi Tangguh Indonesia Versi ITB

Arif Budianto

Jum'at, 18 Agustus 2017 - 13:04 WIB

https://ekbis.sindonews.com/read/1231539/34/30-korporasi-tangguh-indonesia-versi-itb-1503036271

BANDUNG - Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) merilis buku Korporasi Tangguh Indonesia, Jumat (18/8/2017). Buku setebal lebih dari 600 halaman itu, berisi sekitar 30 perusahaan Indonesia yang mampu bertahan dan menunjukkan kinerja terbaiknya, kendati diterpa krisis ekonomi dan gejolak global.

Perwakilan alumni angkatan 77 yang juga tim penyusun Korporasi Tanggung Indonesia Triharyo Soesilo mengatakan, tim alumni ITB angkatan 77 dibantu ratusan mahasiswa ITB melakukan riset terhadap lebih dari 1.000 perusahaan terbuka di Indonesia. Risetnya sendiri telah dilakukan sejak 2016 lalu.

"Riset tersebut bertujuan mencari perusahaan-perusahaan di Indonesia yang mampu bertahan di terpa krisis. Perusahaan tersebut justru mampu terus mencatat peningkatan keuntungan. Hasilnya ada sekitar 30 perusahaan," kata Triharyo Soesilo di Aula Barat Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/8/2017).

Menurut dia, beberapa perusahaan atau brand tersebut adalah Bata, Alkindo, Bukit Asam, Gudang Garam, Kalbe, Cas Group, Sari roti, ACE Hardware, Ciputra, Telkom Indonesia, Semen Indonesia, dan lainnya. Diakui dia, ke-30 perusahaan tersebut menyisihkan lebih dari 600 perusahaan yang masuk kriteria korporasi tangguh. 

Proses seleksi dimulai dengan melakukan download data kinerja semua perusahaan terbuka sejak 2009 hingga 2015. Data itu dimaksudkan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan. "Standar yang kami nilai misalnya perusahaan tersebut tidak pernah rugi, saham selalu liquid, ROA meningkat dan lainnya," beber dia.

Setelah menemukan perusahaan-perusahaan berkinerja baik, tim selanjutnya melakukan wawancara terkait tips dan cara perusahaan keluar dari krisis ekonomi. "Hasil wawancana itulah yang menjadi isi dari buku ini. Sehingga kita bisa mengetahui, apa langkah dan cara mereka," jelasnya. 

Dari kesimpulan itu, lanjut dia, setidaknya ada 11 poin yang menjadi catatan penting dalam buku tersebut. 11 catatan itu menjadi rumus bagi perusahaan-perusahaan itu mampu bertahan dan survive. Di antara adalah, perusahaan memiliki curuk bisnis yang spesifik.

Kemudian, perusahaan memiliki umpan balik yang cepat atas produknya, perusahaan memiliki roh, pengelolaan keuangan, dan SDM yang baik. "Telkom dan Semen Indonesia termasuk perusahaan yang memiliki roh atau semangat untuk maju," paparnya. 

Alumni ITB 77 luncurkan buku "Korporasi Tangguh Indonesia"

http://www.antaranews.com/berita/647486/alumni-itb-77-luncurkan-buku-korporasi-tangguh-indonesia

Jumat, 18 Agustus 2017 23:27 WIB 

Pewarta: Jaka Suryo

Jakarta (ANTARA News) - Para Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1977, ingin menyumbangkan sebuah buku berjudul "Korporasi Tangguh Indonesia" yang berisikan perusahaan-perusahaan yang justru kinerjanya mengalami peningkatan disaat Indonesia mengalami krisis ekonomi.

"Berdasarkan penelitian laporan kinerja keuangan seluruh Perusahaan Terbuka (Publik) di Indonesia, ternyata hanya ada 30 (tiga puluh) perusahaan yang kinerjanya malah semakin meningkat, pada saat terjadinya kedua krisis tersebut," kata Ketua panitia seleksi Triharyo Soesilo dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat malam.

Riset dilakukan selama satu tahun yang dilakukan oleh para alumni. Riset ini dilakukan dalam rangka perayaan Reuni Akbar 40 tahun Alumni ITB Angkatan 1977 (ITB77) dan juga merupakan salah satu mata acara dalam rangka perayaan 100 tahun Pendidikan di ITB. Riset yang telah dilakukan adalah untuk mencari perusahaan Indonesia, yang justru disaat krisis ekonomi global pada tahun 2008 dan tahun 2014, kinerja keuangannya terus semakin meningkat. 

"Perusahaan-perusahaan yang tangguh tersebut kita beri gelar sebagai Korporasi Tangguh Indonesia," kata Triharyo Soesilo.

Selain menyeleksi Korporasi Tangguh Indonesia, penelitian dilanjutkan dengan mencari kiat-kiat, kenapa perusahaan tersebut dapat menjadi Tangguh. Benang merah kiat-kiat para perusahaan tersebut juga dibahas dalam buku ini. Misalnya terkait bagaimana focus bisnis perusahaan, inovasi, budaya pelanggan, pelayanan pelanggan, pengelolaan sumber daya manusia dan juga pengelolaan keuangan. 

Dalam peluncuran buku pagi ini Jumat 18 Agustus 2017 pada "Seminar Kiat-Kiat Korporasi angguh Indonesia" di Gedung Aula Barat, Kampus ITB, Bandung, hadir Dirjen Bina Marga Arie Murwanto dan Dirjen Agro Kimia Panggah Susanto, yang juga merupakan para alumni ITB Angkatan 1977, memberikan keynote speech.

Beberapa wakil Korporasi Tangguh Indonesia juga hadir menjadi panelis untuk menyampaikan dan berbagi (sharing) pengalaman tentang kiat-kiat perusahaan mereka. Pimpinan Perusahaan yang hadir antara lain dari PT Selamat Sempurna, PT Champion Pacific Indonesia, PT Pembangunan Perumahan dan PT Cardig Aero Services.

Pada akhir acara seminar, setiap peserta dan pengunjung mendapatkan buku "Korporasi Tangguh Indonesia" dari Triharyo Soesilo (Hengki), selaku editor buku dan Ketua Alumni ITB Angkatan 1977.  "Saya berharap agar kiat-kiat Korporasi Tangguh Indonesia yang dibahas dalam buku tersebut, dapat untuk di-replikasi atau di-adopsi oleh perusahaan-perusahaan Indonesia lainnya, sehingga akan semakin banyak Korporasi Tangguh di Indonesia," kata Triharyo Soesilo.

Buku langka ini juga menampilkan seluruh kinerja keuangan Perusahaan Terbuka di Indonesia dari tahun 2009 sampai 2015. Sampai saat ini belum pernah ada buku yang menampilkan data rinci seperti dalam buku ini. 

Editor: Tasrief Tarmizi

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=417