Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Pendidikan
Membuat "Rumah Pintar" di Jl Sangkuriang untuk Mahasiswa & Alumni ITB bertemu
Senin, 17 Maret 08 - by : Triharyo (Hengki)
Rekans

Para mahasiswa yang tergabung dalam KM-ITB mendapat “hibah” rumah bekas dan tanah di Jl Sangkuriang. Program ini juga dibimbing oleh Pak Widyo (Bagian Kemahasiswaan & Alumni). Para pengurus KM-ITB berniat untuk menjadikan rumah tersebut sebagai “Rumah pintar”, yang nantinya berisi buku-buku bacaan (perpustakaan), komputer dengan internet akses, tempat tinggal untuk waktu pendek, kantor untuk start-up companies dan juga tempat sarana untuk bertemu (rapat) bagi para alumni & mahasiswa dalam suasana yang santai dan trendy. Rumah ini juga bisa digunakan oleh para pengurus IA-Jabar yang sekarang masih mengontrak rumah.

Rekan Woro (AR-77 & pemilik Resort Ndezzo), saya mohon bantuannya untuk melihat dan juga memberikan saran tentang biaya yang dianggarkan oleh para mahasiswa. Terlampir adalah e-mail Woro. Total biaya renovasi adalah sekitar Rp 75 juta. Jumlah yang relatif kecil untuk cita-cita yang sangat baik.

Dalam kesempatan ini saya mengajak para alumni ITB yang berminat membantu untuk membangun “Rumah pintar” ini. Mungkin YBG dapat juga membantu karena setahu saya ini merupakan salah satu cita-cita Djasli. Saya sempat mengunjungi lokasinya dan mengambil beberapa foto-foto. Menurut saya lokasinya sangat strategis dan pemandangannya sangat luar biasa. Juga disekeliling ”Rumah pintar” ini bisa dijadikan tempat untuk melakukan berbagai penelitian tanaman.

Terima kasih sebelumnya atas bantuan rekan-rekan yang berminat.

Salam

Hengki


From: woro anjokrowati

Sent: Monday, February 25, 2008 7:05 AM

Subject: rumah pintar

Hengki,

Proposal dari Budiono /KM-ITB udah aku terima dan udah aku lihat juga lokasinya. Lokasinya bagus meskipun bangunannya cukup memprihatinkan dan memerlukan cukup banyak perbaikan supaya dapat dipergunakan secara manusiawi.

Supaya bisa berfungsi minimal perlu ada perbaikan:

a). akses masuk: tangga yang amat curam ( perlu ada railling ) dan pijakan tangga yang tidak standard, karena berbahaya banget.

b). Rangka atap yang lapuk & genting yang pecah (bahkan ada yang nggak ada gentengnya ), informasi sementara ada donatur yang mau nyumbang sebagian genteng

c). Pintu jendela yang sudah hilang semua, tinggak kusennya yang senagian juga sudah lapuk.

d). Kamar mandi (saniter & kran-kran)

e). Listrik : semua hilang termasuk kabel , juga perlu pengajuan pemasangan listrik baru dari PLN

d). Furniture (meja, kursi, lemari dll): belum ada sama sekali, menurut informasi, tadinya rumah tsb komplit berisi furniture tapi semua hilang.

Hari Sabtu kemarin, aku ajak juga temen-temen KM-ITB untuk melihat n'deZzo, untuk menambah wawasan mereka juga bagaimana membangun dengan konsep 'timbang tuku'., dengan maksud supaya mereka bisa menerapkannya dalam renovasi 'rumah pintar'. Rencana Anggaran renovasi yang mereka ajukan juga udah aku lihat, secara garis besarnya sudah cukup feasible dan ngirit , minimal bangunan itu bisa dipergunakan, meskipun nantinya akan memerlukan biaya lagi kalau kegiatan2nya akan dikembangkan secara maksimal. Mudah2an aja kalau kegiatan2nya sudah mulai jalan banyak donatur2 yang ikut berpartisipasi .

OK, sementara yang kepikir baru itu, nanti kalau ada ide lagi aku sampaikan deh. Mudah2an cepet terlaksana. Oya. nanti kalau sudah mulai pekerjaan renovasinya, mereka akan kasih kabar lagi, supaya aku bisa ngasih pengarahan awal ke tukang2nya, dan sesekali ngawasi pekerjaannya.

salam

woro

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=63