Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Agro & Biofuel
Pertamina akan teruskan Program Desa Mandiri Energi
Senin, 23 Juni 08 - by : Triharyo (Hengki)
Pada hari Kamis 19 Juni 2008, Pak Didi Sunarwinadi (dsunarwinadi@pertamina.com) – Staf Ahli Dirut PT Pertamina (memakai dasi merah) bersama pak Suroso (mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina – di kiri pak Didi) mengunjungi kantor PT Rekayasa Industri. Dalam kata sambutannya, Pak Didi mengatakan bahwa Pertamina akan meneruskan kembali Program Desa Mandiri Energi (DME) di Desa Grobogan, yang tahun lalu diresmikan Presiden. PT Pertamina menyediakan dana sekitar Rp 10 Milyard untuk pengembangan Program DME ini. Saat ini dana yang dikucurkan telah mencapai sekitar Rp 1 Milyard untuk penanaman sekitar 1 juta pohon jarak selama 3 bulan terakhir. Jika Program DME di Desa Grobogan ini berhasil, PT Pertamina berencana akan membangun 9 (sembilan) lokasi DME lainnya. Untuk itu Pak Didi mengharapkan masukan tentang budi daya jarak, skema pelaksanaan dan juga permesinan jarak pagar yang dikembangkan oleh PT Rekayasa Industri. Sebagaimana diketahui, Kementerian ESDM pernah mencanangkan untuk membangun 1000 Desa Mandiri Energi (DME).

Pihak PT Rekayasa Industri yang diwakili oleh Pak Coddy Soerono mengatakan bahwa kami melakukan sosialisasi & pengembangan “Jarak pagar” secara konsisten sejak 3 tahun lalu. Salah satu alasannya adalah perkiraan bahwa harga minyak bumi yang akan terus meningkat. Walaupun PT Rekayasa Industri sebenarnya bukan ahli dalam bidang ini, tetapi perusahaan terus berkomitmen untuk membiayai pendirian sekitar 28 perusahaan pengembangan kebun benih bibit pohon Jarak Pagar, dengan luas masing-masing 4 ha. Pengembangan perusahaan-perusahaan ini memakai dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Untuk membina perusahaan-perusahaan tersebut, PT Rekayasa Industri bekerja sama dengan Surfactant & Biofuel Research Center (SBRC) dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ternyata pengembalian dana PKBL tersebut relatif lancar dan membuktikan bahwa bisnis model pembibitan jarak pagar ini cukup baik. Pak Coddy tentunya berharap bahwa dengan ”terjun-nya” pihak PT Pertamina akan membuat siklus bisnis jarak pagar menjadi lebih lengkap dan lebih utuh.

Ibu Dr Erliza – Kepala SBRC, memberi paparan tentang tentang Jarak pagar seperti cara menanam, pola pengembangan kebun dan pola kerjasama yang ditawarkan. Download laporannya pada link berikut (98kb). Dalam kesempatan itu diputar film Jarak Pagar di PT Indocement Tunggal Perkasa (Indocement) – (baca berita kerjasamanya). Saat ini di lahan kapur bekas galian tambang Indocement telah tertanam sekitar 140 ha dan terlihat tumbuh subur. Dalam proses produksi-nya Indocement juga menggunakan renewable energy seperti sekam padi, tandan kosong kelapa sawit, kernel sawit, sampah rumah tangga dan tentu saja Jarak Pagar. Dari penggunaan renewable energy ini Indocement mendapat carbon credit 6%. Disampaikan pula bahwa Indocement menggunakan batu bara 3000 ton/hari dan IDO 200 ribu lt/hari. Indocement bersedia membeli biji jarak pagar berapa pun jumlah-nya dengan harga Rp1,650 per kg

Demikian perkembangan tentang salah satu sumber energi yang relatif mulai siap di Indonesia

Salam

Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=101