Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Agro & Biofuel
Obsesi Darius & rapat bersejarah tanggal 16 Juni 2008 di Balikpapan
Selasa, 15 Juli 08 - by : Triharyo (Hengki)
Darius Pasaribu adalah seorang alumni Teknik Kimia angkatan 1977 yang saat ini menjabat sebagai Direktur Operasi PT Kaltim Pasifik Ammonia, sebuah perusahaan produsen Ammonia dengan kapasitas yang cukup besar di Bontang. Selama 20 tahun lebih ia tinggal dan meniti karier di Propinsi Kalimantan Timur. Menjelang usianya yang hampir mencapai 50 tahun (23 Agustus 2008), mulailah ia terpanggil untuk berbakti kepada daerah yang telah memberinya nafkah selama berpuluh-puluh tahun. Salah satu observasinya adalah ”saat ini sedang terjadi kesenjangan (gap) yang sangat dahsyat antara perencana pengembangan daerah dengan para praktisi, pebisnis dan industriawan. Sehingga pengembangan industri di suatu daerah (propinsi) sangat tidak optimal”.

Darius tidak mau berdiam diri dan ia ingin berkarya nyata bagi daerahnya. Salah satu prakarsanya adalah mendorong kerja sama antara Badan Kejuruan Kimia (BKK) – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dengan Bappeda Propinsi Kaltim. Darius ingin menyusun semacam master plan yang mencakup business plan serta industrial plan untuk sebuah propinsi yang sangat ia cintai. Master plan ini akan menjadi dasar bagi sebuah propinsi untuk menarik investor dan juga mengembangkan daerahnya.

Darius sering bilang ke saya, ”..Heng, ...Propinsi Kaltim itu jauh lebih besar dari negara Jerman dan sumber daya alamnya jauh lebih kaya dari seluruh negara-negara Eropa barat. Jika model di Propinsi Kaltim ini dapat kita kembangkan, mungkin bisa diterapkan di propinsi lain. Kita tidak usah mikir tentang Indonesia dulu yang mungkin terlalu kompleks. Kita kembangkan industri dengan pola propinsi by propinsi saja.”. Sebuah gagasan yang sangat cemerlang.

Pada tanggal 16 Juni 2008, telah diadakan pertemuan pertama antara BKK-PII dengan Bappeda Propinsi Kaltim. Rapat ini dihadiri oleh pimpinan Bappeda dari 7 daerah yaitu Bontang, Tarakan, Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Kutai barat, dan Penajam. Masing-masing wakil Bappeda memaparkan potensi daerahnya masing-masing. Baca notulen terlampir. Tahapan pertama adalah inventarisasi sumber daya alam yang ada di masing-masing daerah. Secara prinsip adalah kelapa sawit, karet, batu bara, batu pasir, kwarsa, minyak bumi dan gas. Tahapan selanjutnya adalah, para praktisi, pebisnis dan industriawan dari berbagai bidang akan memberikan rancangan industri dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di masing-masing daerah tersebut.

Dalam kesempatan ini saya mengajak sebanyak mungkin rekan-rekan untuk menyumbangkan berbagai pemikiran dan karya untuk mengembangkan master plan sebuah propinsi yaitu Propinsi Kalimantan Timur.

Salam

Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=105