Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Pendidikan
Tiga peristiwa yang mengingatkan saya mengenai nilai-nilai dasar kemanusiaan
Rabu, 22 Oktober 08 - by : Triharyo (Hengki)

Minggu lalu saya kebetulan melihat dan mengikuti 3(tiga) peristiwa yang mungkin secara kasat mata sangat sederhana, akan tetapi menurut saya sangat luar biasa. Ketiga peristiwa tersebut sempat membuat saya termenung dan juga mengingatkan kembali tentang nilai-nilai dasar kemanusiaan (human decency).

Kejadian pertama adalah ketika ibunda dari Dr Sri Mulyani Indrawati, Plt Menko Ekuin, meninggal dunia. Kata-kata yang ia sampaikan sembari terisak sedih, terasa sangat indah : ”....ibu saya merupakan hadiah terindah dari Tuhan”. Sebuah kalimat yang menurut saya merangkum rasa cinta kasih yang sangat mendalam, dan juga pengakuan akan keagungan Allah SWT. Kalimat-kalimat yang tidak kalah indah juga ditulis para pembaca pada website berikut yang memberikan ucapan bela sungkawa dan juga dorongan semangat kepada Bu Ani. “…..kehilangan ibunda merupakan hal yg berat terutama ditengah beratnya tugas”, kalimat sederhana seorang pembaca yang seolah bisa merasakan betapa berkecamuknya suasana bathin, yang sedang berduka.

Kejadian kedua adalah ketika Barrack Obama terpaksa meninggalkan sengitnya kampanye presiden untuk menjenguk Eyangnya (defacto Ibunya) yang mendadak sakit keras di Hawaii. Saya sangat terkesan dan terus terang agak terharu membaca puluhan komentar-komentar para pembaca yang berdoa agar Eyang dari Obama tetap sehat, sampai Obama bisa memenangkan Pemilu. “…..Your grandmother will always be within you, and through you, with us. She has reached our hearts, minds, and souls. We are with you.” Tulis seorang pembaca.

Collin PowellKejadian terakhir yang menurut saya cukup luar biasa, terjadi pada hari Minggu malam (waktu Indonesia), 19 Oktober 2008, ketika Collin Powell menyatakan bahwa ia mendukung Obama (lihat foto dari wawancara “Meet the Press”). Saya sempat terperangah ketika mendengar alasan kenapa Collin Powell tiba-tiba mendukung Obama, karena ia sebenarnya adalah sahabat karib John McCain dan seorang anggota partai Republik (partai musuhnya Obama).

Collin menyampaikan bahwa ia tidak menyukai cara-cara Partai Republik melakukan taktik kampanye negatif untuk memenangkan Pemilu, misalnya dengan mencitrakan bahwa Obama adalah seorang Muslim dan keturunan Arab. Tapi yang lebih hebat lagi adalah kata-kata berikutnya dari Collin Powell. “'What if he is? Is there something wrong with being a Muslim in this country?' The answer's no, that's not America. Is there something wrong with some 7-year-old Muslim American kid believing that he or she could be president? Yet I have heard senior members of my own party drop the suggestion, 'He's a Muslim and he might be associated with terrorists.' This is not the way we should be doing it in America”. ….”Powerfull words and powerfull sentences” dari seseorang yang menurut saya mempunyai “human decency”

Saya bersyukur bisa melihat, membaca dan men-share peristiwa-peristiwa diatas.

Salam Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=134