Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Korporasi
Tahun 2009 - tinggalkan Capex Based Businesses & kejarlah Opex based businesses
Minggu, 23 Nopember 08 - by : Triharyo (Hengki)

Untitled document

Dari hari ke hari, berikut ini pengamatan saya terhadap jenis bisnis yang masih relatif tersedia di tahun 2009, Jika dibandingkan ke tahun 2008

TAHUN 2008 – CAPEX based businesses

  •  Mengandalkan proyek-proyek investasi baru  – new investments atau Capital expenditure (Capex based projects)
  •  Mengharapkan proyek-proyek yang terkait kepada harga komoditi yang tinggi (sawit, nickel, tembaga dll), pada harga minyak bumi dan gas alam yang tinggi (bisnis Migas) dan juga pada proyek-proyek konversi listrik dari Migas ke Batu bara serta Panas bumi karena adanya proyeksi harga minyak bumi yang terus membumbung
  • Banyak mengejar proyek berskala besar dengan investasi pendanaan yang relatif cukup jelas dan juga relatif banyak tersedia di dunia.
  • Memperhitungkan kestabilan nilai tukar Rupiah pada pelaksanaan proyek-proyek dan juga investasi.

TAHUN 2009 – OPEX based businesses

  • Tidak boleh mengharapkan pada proyek-proyek Investasi baru (Capex based projects), tetapi harus berubah dengan mencari pendapatan dari proyek-proyek pengeluaran rutin atau Operation expenditure (Opex) based projects
  • Investasi baru (Capex based projects) di Bisnis Komodit, Bisnis Migas dan juga proyek konversi Migas ke bahan bakar lainnya mungkin praktis akan tertunda. Hal ini karena harga minyak bumi yang relatif rendah. Saya sudah ketemu beberapa CEO di bisnis Migas, dan mereka umumnya mem-benchmark ke-ekonomian (feasibility) proyek-proyeknya pada harga minyak sekitar US $ 60 to US $ 70 per barrel. Jadi kalau harga minyak bumi berkisaran disekitar US $ 50/barrel, maka pemegang saham mereka akan minta tunggu dulu untuk melihat perkembangan pasar, alias “wait and see”.
  • Juga sumber pendanaan untuk proyek investasi baru (new investments Capex based), saat ini hampir pasti tidak ada, sampai akhir 2009 karena ketatnya likuiditas. Semua pihak saat ini mati-matian pegang uang kas. Banyak perusahaan yang nilai sahamnya jatuh, tetapi cadangan dananya besar, terlihat sekali tidak mau melakukan buyback dengan terus menyimpan uang kas-nya. Artinya sekarang “Cash is king
  •  Target bisnis akan lebih diarahkan untuk “menyerbu” produk dan jasa yang selama ini dibeli dalam komponen US $ (import dan asing), lalu “bertempur” mati-matian untuk digantikan dengan komponen Rupiah. Karena langkah ini akan automatis memberikan discount 30% kepada pelanggan kita.

Demikian pengamatan saya

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=142