Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Makro
Inilah program Bailout Pemerintah di tahun 2009
Senin, 01 Desember 08 - by : Triharyo (Hengki)

Untitled document

Tadi pagi saya mendengar paparan dari Dr Anny Ratnawati - Dirjen Anggaran Departemen keuangan di Gedung BRI. Beliau menginformasikan tentang apa saja langkah-langkah pemerintah di tahun 2009 untuk mengatasi krisis finansial. Menurut Dr Anny, karena iklim investasi belum kondusif dan juga pertumbuhan ekspor masih "wait and see", maka untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, Pemerintah akan mendorong konsumsi masyarakat melalui program-program yang bertujuan untuk meningkatan kesejahteraan rakyat miskin. Pemerintah juga akan terus mengupayakan pembinaan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

Jadi APBN 2009 intinya adalah semacam "Bailout" pemerintah bagi rakyat miskin.

Dalam paparan tadi pagi, Dr Anny menyampaikan bahwa Pemerintah berencana menaikan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil dan juga akan memberikan gaji ke-13. Selain itu juga akan meneruskan program subsidi pangan, dan subsidi pupuk. Karena kantor-kantor pemerintah akan mendapatkan tugas tambahan untuk mendorong pertumbuhan melalui konsumsi masyarakat, maka biaya-biaya berikut "tidak boleh dihemat" yaitu biaya operasional dan pemeliharaan kantor Pemerintah (juga karena akan ada perhelatan Pemilu di 2009).

Sedangkan sumber dananya, bila perlu pemerintah akan mengambil hutang dari luar negeri ataupun dari penjualan Surat Berharga Negara (SBN). Berikut ini program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang telah berjalan di tahun 2008 dan akan semakin didorong di tahun 2009.

CLUSTER I - memberi ikan (bukan kail)

  1. Program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan ini langsung disalurkan ke masyarakat miskin. Nilai sampai akhir November 2008, Rp 12,27 triliun
  2. Beras untuk warga miskin (raskin), sampai 9 Oktober 2008 telah disalurkan 2.349.396 ton (70,29%) dari pagu sebesar 2.342.500 ton, dan disampaikan kepada 18.775.207 dari Rumah Tangga Sasaran atau sudah 98,3%
  3. Program Keluarga Harapan (PKH). Sampai dengan Oktober 2008 sedang dilaksanakan uji coba kepada 621 ribu Rumah Tangga Sasaran (RTS) miskin, di 13 provinsi 70 kabupaten/kota yang terdiri 629 kecamatan
  4. Jaminan Kesehatan Masyarakat (jamkesmas), bagi warga yang telah memiliki fasilitas Jamkesmas sebanyak 71.440.254 orang (96,84%) dari target 73.770.631 orang
  5. Dana Yankes Rujukan. Disediakan dana sebesar Rp3,6 triliun telah tersalurkan s/d Oktober 2008 sebesar Rp1,259 triliun dan pembayaran utang tahun 2007 sebesar Rp 1,131 triliun, dan sisa anggaran 2008 Rp 1,209 triliun
  6. Bantuan Operasional Sekolah (BOS), untuk beasiswa murid miskin SD tersalur 65,9% dari target Rp251,485 miliar, SLTP 99,5% (target Rp287,484 miliar), SLTA 56,4% (dari Rp242,275 miliar), SMK 99,9% (target Rp329,169 miliar). Total Depdiknas telah menyalurkan beasiswa 82,6% dari target Rp1,11 triliun

CLUSTER II - mulai memberi kail dengan menyediakan semacam "seed money" untuk memulai usaha (ini bukan hutang)
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, realisasi s/d Oktober 2008 mencapai 4.768 kecamatan di 36.400 desa dengan total dana Rp7,14 triliun. Sementara target untuk 2009 sebanyak 6.407 kecamatan dengan total dana Rp 9,7 triliun

CLUSTER III - hutang skala kecil untuk UMKM
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai Oktober telah disalurkan Rp10,9 triliun dari target tahun 2008 Rp14 triliun. Jumlah ini disalurkan kepada 1,2 juta orang atau sekitar Rp 9 juta per orang. Sedangkan target untuk tahun 2009 adalah Rp 22.5 Triliun.

Demikian informasi yang saya peroleh. Dengan penjelasan diatas, nampaknya Pemerintah Indonesia saat ini memprioritaskan pada "safety net" rakyat miskin di tahun 2009. Sedangkan program-program nyata untuk membantu dunia usaha dan juga para pebisnis, belum terlihat dari anggaran-anggaran yang disediakan oleh pemerintah di APBN 2009. Para pebisnis dan pengusaha harus bisa bertahan nampaknya tanpa ada bantuan pemerintah.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=143