Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Agro & Biofuel
Bisnis untuk merawat orang yang semakin tua - Tanaman obat-obatan untuk para pensiunan
Senin, 10 Agustus 09 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Suasananya sungguh Asri,  sama sekali tidak terlihat seperti sebuah tempat dimana penelitian berbagai bibit tanaman dilakukan. Itulah kesan pertama yang kita lihat, sewaktu melangkahkan kaki di "Kuntum Nurseries", yang dipimpin oleh Dr  Ir Kennita L Soetardjo di Jalan raya Tajur No. 291 Bogor (0251-8356 752), Handphone 0816888541. Beliau bermotto "Back to nature, no chemicals and friendly environment".

Di sebuah kompleks dengan luas 3 Ha, Ibu Kennita mengembangkan rumah-rumah hijau ("Green houses") dan juga kebun-kebun pembibitan tanaman yang diatur dengan luar biasa indahnya (lihat foto-foto). Kompleks ini menghasilkan bibit tanaman obat, tanaman hias, tanaman buah-buahan pendek dll untuk dijual ke banyak pelanggan. Di kompleks yang tertata rapih tersebut, ada salon, spa, pijat refleksi, toko penjualan berbagai keperluan hobby bercocok-tanam, tempat pemancingan, mushola, peternakan kambing, restaurant, dan juga perkebunan sayur mayur serta buah-buahan seluas 2 Ha. Bila kita membayar Rp 50.000, maka pengunjung diperbolehkan memetik sayur-sayuran serta buah-buahan sepuasnya.

Dengan memakai celana Blue jean, tertutup jilbab, berbaju putih lengan panjang dan bertopi putih, Doktor yang berumur lebih dari 60 tahun (foto dikanan), tampak tetap awet muda. Ia kemudian dengan fasih menceritakan berbagai khasiat tanaman-tanaman obat yang bisa ditanam di sekitar rumah kita. Beliau menceritakan tentang khasiat-khasiat :

  • Tanaman Sambiloto - "9 lembar daun ini per hari tidak akan sakit jantung", katanya
  • Tanaman Daun Dewa - obat penyembuh penyakit kanker
  • Tanaman Pegagan - obat penyembuh darah tinggi. "minum daunnya dan tinggalkan obat-obatan kimiawi".
  • Tanaman Ki Tolod - untuk obat mata pencegah katarak
  • Tanaman Lidah buaya - yang ternyata mempunyai banyak khasiat
  • ......dan banyak lagi.

Tanaman-tanaman tersebut dijual dengan harga bervariasi dari Rp 5.000 s/d Rp 50.000. Saya baca di internet ternyata ada beberapa link yang memuat daftar tanaman obat dan khasiatnya. Juga menurut koran Kompas, di Indonesia ada 9 ribu tanaman obat yang masih bisa dikembangkan dan dimanfaatkan.

Kemudian saya tanya model bisnisnya. Dr Kennita selain menjual langsung ke konsumen, Ia membina lebih dari 60 pengusaha di sekitar Bogor dan Jakarta. Masing-masing pengusaha bermodal kira-kira Rp10 juta dengan luas tanah tidak lebih dari 1000 m2. Dengan nilai uang tersebut, Ibu Kennita memberikan bibit dan penyuluhan sampai tanaman-tanaman yang ia sarankan tumbuh subur. Lalu, ibu Kennita membantu pemasaran dan juga ikut membeli produknya bila sang pengusaha baru tersebut kesulitan mencari pembeli. Tapi selama ini banyak pengusaha tanaman obat dan tanaman hias, yang terus berkembang dan "umumnya mereka menjadi mandiri dan tidak memerlukan bantuan lagi", kata beliau. Menurut ibu Kennita, saat ini terlihat adanya kecenderungan (trend), semakin banyak para pensiunan yang ingin makan makanan organik dan juga obat-obatan alami, karena biaya pengobatan yang semakin mahal, terutama bila pensiunan tersebut menderita sakit. Persis seperti tulisan saya sebelumnya.

Setelah mengunjungi "Kuntum Nurseris", cita-cita saya sangat sederhana, yaitu mau menanam tanaman obat-obatan sakit jantung dan juga pencegah tekanan darah tinggi untuk istri saya, di sekeliling rumah saya. Mudah-mudahan istri saya bisa sembuh dengan memakai tanaman obat-obatan. Sehingga tidak perlu lagi membeli obat-obatan apotik yang cukup mahal untuk diminum setiap hari. Amien

Demikian beberapa informasi dan mudah-mudahan bermanfaat,

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=193