Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Agro & Biofuel
Terobosan para insinyur Indonesia meningkatkan produksi pupuk majemuk
Selasa, 27 Oktober 09 - by : Triharyo Soesilo

Sebelum pak Sofyan Djalil mengakhiri jabatannya sebagai Meneg BUMN, ada sebuah peresmian yang kurang diliput oleh media cetak ataupun media televisi nasional pada tanggal 14 Oktober 2009, di kompleks pabrik PT Petrokimia Gresik. Menurut saya pencapaian para insinyur dan teknolog di perusahaan tersebut cukup luar biasa dari sisi terobosan teknologinya. Jajaran PT Petrokimia Gresik yang dipimpin oleh Dirut Arifin Tasrif  dan Direktur Pengembangan Firdaus Syahril, telah berhasil meningkatkan produksi Pupuk Majemuk sebesar 1,2 juta ton (dari 1,04 juta ton menjadi 2,2 juta ton), dengan biaya yang relatif murah, yaitu sekitar Rp 344,6 Milyard.

Sebagaimana diketahui, pupuk yang diperlukan petani bermacam ragam bentuknya:

  • Ada pupuk tunggal (umumnya adalah Urea yang sebagian besar Nitrogen)
  • Ada pupuk majemuk (yang terdiri dari Nitrogen, Phosphat dan KCl)
  • Ada pupuk Organik

Kebutuhan pupuk Indonesia di masa mendatang pernah saya rinci dalam tulisan sebelumnya. Secara singkat Indonesia akan memerlukan Urea sekitar 10 juta s/d 14 juta ton per tahun dalam 3 s/d 4 tahun kedepan. Sedangkan produksi pupuk Urea hari ini, baru sekitar 8 juta ton. Pupuk Majemuk, misalnya NPK memerlukan 4 juta s/d 6 juta ton per tahun. Padahal hari ini produksi pupuk NPK baru sekitar 4 juta ton per tahun (sebelum peningkatan PT Petrokimia Gresik). Lalu jumlah pupuk Organik yang diperlukan oleh seluruh petani dan pengebun di Indonesia mencapai 1 s/d 2 juta ton per tahun.

Menurut penjelasan pihak PT Petrokimia Gresik, diinformasikan bahwa dengan menggunakan seluruhnya dana lokal, teknologi lokal, peralatan lokal dan kontraktor lokal, maka penghematan proyek ini bisa mencapai US $ 120 juta atau penghematan 400 % dari nilai proyek. Sebuah prestasi yang cukup luar biasa. Saya sempat menghadiri acara peresmiannya dan melihat pabrik-pabrik tersebut dari dekat. Seluruh pabrik sedang berjalan dengan baik dan juga unjuk kerja operasi dilaporkan tercapai sesuai design. Sehingga rasanya tidak salah bila, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memberikan hadiah Adhicipta Rekayasa kepada jajaran PT Petrokimia Gresik.

Bravo kepada para insinyur Indonesia di PT Petrokimia Gresik

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=206