Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Politik
Skandal Crappucino di Australia dan E-Mail Barrack Obama Hey SBY
Rabu, 17 Maret 10 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Berbeda mungkin dengan menghadapi para wakil rakyat di Indonesia, pidato Presiden SBY di parlemen Australia sempat mendapat tepukan tangan yang sangat panjang. Karena rupanya Pak SBY adalah satu-satunya Presiden Indonesia yang baru berkesempatan berpidato di Parlemen Australia, sehingga kunjungannya ke Australia dan pidatonya ini, sampai-sampai diliput secara khusus oleh majalah Time. (Bagi yang berminat, silahkan baca pidatonya disini). Ia juga menerima "Honorary Companion of the Order of Australia", penghargaan tertinggi bagi warga Sipil Australia. Sebuah penghargaan yang diberikan kepada Mother Teresa dan juga Nelson Mandela. Pemberian penghargaan ini sempat juga menimbulkan kontroversi di Australia.

Namun yang terlepas dari liputan berita media massa Indonesia adalah skandal "Crappucino" pada kunjugan SBY ke Australia. Skandal itu dimulai dengan idea rombongan Presiden SBY untuk memberikan sebuah hadiah (gift) yang exotic, bagi Perdana Menteri Australia Kevin Rudd. Entah siapa yang mengusulkan, hadiah tersebut diputuskan berupa Kopi Luwak. Sebagaimana diketahui Kopi Luwak adalah kopi yang telah dimakan oleh binatang Luwak dan dikeluarkan lewat anusnya (lihat foto). Begitu herannya media massa Australia atas pilihan hadiah ini, sampai-sampai mereka mengirim wartawan khusus ke Indonesia untuk mempelajari bagaimana proses biji kopi ini dimakan oleh Luwak dan di-"buang" sebagai, maaf tahi-nya. Liputan tersebut dilengkapi dengan berbagai foto dan juga di-video, yang saya terus terang juga baru tahu

Nah, masalahnya di Australia ada aturan karantina yang mengharuskan bahwa semua makanan yang masuk negara Australia, harus diperiksa bagian Australian Quarantine and Inspection Service (AQIS), apalagi yang berasal dari kotoran binatang. Disitulah skandalnya, karena hadiah seorang Kepala Negara, untuk pertama kali harus terpaksa diteliti dan diinspeksi secara ketat oleh AQIS. Sampai-sampai beberapa media massa di Australia, sempat meliput beritanya sebagai "Dung Diplomacy" (Diplomasi kotoran binatang).

Selain berita-berita tentang kunjungan Presiden SBY ke Australia, media massa di Indonesia dan juga di Australia banyak meliput tentang rencana pengunduran jadwal kunjungan Presiden Obama. Minggu lalu, the Guardian membuat "joke" e-mail dari Barrack Obama kepada SBY yang isinya sebagai berikut :

To: Susilo Bambang Yudhoyono, President of Indonesia
Subject: Postponing my trip

Hey, SBY: Just wanted to let you know that, unfortunately, I'm going to have to postpone my trip to Asia and Australia for a few days. I'm afraid I've come down with a bit of a cold - seems to be going round at the moment. Also, we've got the builders in, so everything's a bit hectic. So, anyway, those are the only reasons really. Sorry about that, and I look forward to seeing you in a few days. Warmly, Barack

Padahal kita semua tahu bahwa alasan pengundurannya bukan karena sakit atau renovasi Gedung putih, tetapi karena Barrack Obama sedang bertempur untuk meng-gol-kan Undang-undang perawatan kesehatan yang saat ini posisinya sangat kritis di Parlemen Amerika Serikat.

Demikian beberapa liputan dari berbagai media massa di luar negeri.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=233