Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Politik
Walaupun tidak bisa sembuh, sedikit berita pelipur lara bagi Siti Hajar
Kamis, 27 Mei 10 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Ini adalah salah satu tulisan saya, yang sangat “depressing”, untuk menuliskannya. Tapi liputan ini, saya harus tulis untuk menghargai perngorbanan seorang Siti Hajar.

Pada bulan Juni 2009, foto Siti Hajar yang terbakar akibat disiram air panas banyak diliput di berbagai media massa di Indonesia (lihat foto). Bagi yang lupa, Siti Hajar adalah seorang pembantu dari Indonesia yang disiksa oleh majikannya di Malaysia. Ia kemudian melarikan diri ke Kedutaan Besar Indonesia, dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Selain badan yang terluka bakar penuh darah, terlihat juga luka-luka dalam yang memanjang pada badan Siti Hajar, yang ternyata nanti diketahui dari sobekan dengan memakai gunting. Ia pun mengalami luka-luka akibat pemukulan dengan martil.

Foto-foto Siti Hajar membuat kemarahan banyak pihak di Indonesia. Sehingga saat itu juga, Pemerintah Indonesia menghentikan pengiriman tenaga pembantu ke Malaysia. Tahukah anda apa yang terjadi kemudian ?.

Selama hampir setahun, Asosiasi pengimpor tenaga pembantu di Malaysia, berusaha mencari tenaga pembantu dari negara lain untuk menggantikan pembantu dari Indonesia. Mereka mencari dari Mindanao, Philipina. Tapi nampaknya belum berhasil. Lalu Asosiasi ini kemudian mencari tenaga pembantu dari Papua New Guinea, Myanmar dan Timor Leste sebagai alternatif, tetapi nampaknya juga tidak berhasil. Para pengimpor tenaga pembantu Malaysia, masih terus mengupayakan tenaga pembantu dari Indonesia, karena pembantu dari Indonesia beragama Islam dan berbahasa Melayu. Sementara Pemerintah Indonesia tetap bersikukuh tidak mau mengirimkan tenaga pembantu, sampai ada perlindungan hukum dan juga perbaikan kondisi perjanjian kerja.

Karena tidak bisa memperoleh pembantu dari negara-negara lain, Pemerintah Malaysia akhirnya sampai berupaya melakukan lobby tingkat tinggi dan menjadikannya topik pembicaraan antara Presiden SBY dan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak pada tanggal 18 Mei 2010 di Kuala Lumpur yang baru lalu. Pemerintah Malaysia, ingin sekali ditanda-tangani kerja sama baru, sehingga Pemerintah Indonesia bisa membuka kembali izin ekspor tenaga pembantu ke Malaysia. Bahkan sebelum pembicaraan dimulai, media massa di Malaysia sudah terus memberitakan bahwa Indonesia akan mengizinkan kembali ekspor tenaga pembantu. Syukur Alhamdulilah, Presiden SBY dan Pemerintah Indonesia bersikeras tidak mau menyetujui kerjasama apapun dengan Pemerintah Malaysia, sampai sang penyiksa Siti Hajar dihukum oleh pengadilan Malaysia.

Akhirnya pada tanggal 20 Mei 2010, 2(dua) hari setelah SBY meninggalkan Kuala Lumpur, Han Yuang Tyng, seorang ibu yang berumur 44 tahun dan penguaha real estate, dihukum 8 tahun penjara oleh Pengadilan Malaysia. Ia dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim, dan terbukti telah menyiksa Siti Hajar selama ber-tahun-tahun.  "A maid is no less of a human being," kata Hakim SM Komathy saat membacakan keputusannya. Dari Garut, sewaktu ditanya oleh wartawan apakah ia puas, Siti Hajar hanya menjawab singkat, “Tidak puas”. Ia juga menambahkan, “Saya sudah cacat. Saya trauma dan akan teringat terus sampai mati". Ia pun sudah kapok untuk jadi TKW lagi.

Demikian liputan kami

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=248