Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Migas
Mengenang almarhum Swastioko Budhi Suryanto pendiri Keluarga Migas Indonesia
Senin, 09 Mei 11 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

“Perkenalkan nama saya Swastioko Budhi, saya adalah alumni FT-81 dan kalau boleh ingin bicara dengan mas Hengki”, itulah tulisan sms yang masuk ke handphone saya pada bulan Juli 2009. Setelah agak senggang saya kemudian menelpon mas Budhi dan kemudian saling berkenalan lewat telpon. Ia menginformasikan bahwa Keluarga Migas Indonesia (KMI) akan merayakan ulang tahunnya yang ke-8 pada tanggal 25 Agustus 2009 dan akan mengadakan acara talk show di Gedung Bidakara. “Kami ingin mengundang mas Hengki untuk menjadi salah satu pembicara”, pintanya. Walaupun saya belum kenal dengan mas Budhi dan juga tidak tahu tentang KMI, saya menyatakan bersedia. Mungkin karena tutur katanya yang santun dan juga “password” bahwa ia alumni ITB, langsung membuat saya setuju.

Pada malam hari 25 Agustus 2009, saya akhirnya bertemu dengan mas Budhi (foto mas Budhi dengan keluarga dari Facebook page-nya). Ia menggunakan jas lengkap dan menyatakan terima kasih atas kesediaan saya menyampaikan paparan. Ia duduk di meja saya dan menemani saya makan malam, walaupun saya tahu banyak sekali para tamu yang hadir malam itu. Ia menceritakan tentang organisasi KMI, yang ia ikut dirikan, dan jumlah anggota milis-nya yang telah mencapai lebih dari 13.000 saat itu (data terakhir 15.062).  Ia kemudian menambahkan, “pokoknya mas Hengki pasti suka organisasi ini, karena kami organisasi profesi dari beragam keahlian, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, kami juga tidak berpolitik praktis…….ha,.ha,ha”. Ia tertawa menutup penjelasannya.

Pada malam hari itu saya baru mengetahui betapa besarnya jejaring organisasi profesi yang telah didirikan oleh Ir Swastioko Budhi Suryanto. Saking banyaknya e-mail dari para praktisi migas Indonesia di seluruh dunia, milis ini akhirnya di kelola oleh banyak moderator. Masing-masing e-mail dikategorikan dalam berbagai bidang ilmu dengan berbagai kelompok diskusi. Malam itu ada acara pemberian hadiah kepada moderator terbaik, penulis e-mail terbaik dll.  Saya juga baru mengetahui betapa aktifnya KMI dalam melakukan training-training dan juga berbagai kegiatan sosial. Sejak mlaam itu, saya kemudian menjadi member dari milis Migas Indonesia dan kerap membaca berbagai topik e-mail yang cukup menarik.

Pada tanggal 5 Mei 2011 yang lalu di pagi hari, Mas Budhi tiba-tiba terjatuh dan kemudian meninggal dunia. Ia nampaknya terlalu lelah dan terkena serangan jantung. Ribuan e-mail dari para anggota milis KMI dari seluruh dunia mengucapkan bela sungkawa melalui milis. Banyak yang merasa kaget dan kehilangan atas kepulangannya yang sangat mendadak.  Berikut ini adalah salah satu e-mail bela sungkawa, “Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang di milis Migas Indonesia tercinta ini yang menerima begitu banyak manfaat dari milis Migas. Ilmu dan pekerjaan sekarang saya dapat dari milis ini, atas jasa beliau. Mudah-mudahan ini semua menjadi amal jariyah beliau selama di akhirat, Amiin ya rabbal alamiin. Mari kita bersama-sama meneruskan dan memajukan milis Migas Indonesia ini supaya amal baik beliau dapat terus berlanjut dan menjadi bekal beliau di akhirat. Supaya beliau dapat terus tersenyum melihat kemajuan milis ini sesuai dengan cita-cita awal beliau.

Selamat jalan mas Budhi. Anda telah mengajarkan kepada kita semua, bahwa melakukan sesuatu yang baik dengan tekun dan konsisten, sangat berdampak luar biasa bagi banyak orang. Insya Allah menjadi amalan anda di akhirat. Amien.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=306