Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : in-memoriam
Renungan akhir tahun - sinar putih terang benderang
Sabtu, 02 Maret 13 - by : Triharyo Soesilo

Untitled document

Almarhum Chandra

Pada 10 September 2005, ibu saya menelpon dan bertanya, "Heng, aku kok tadi malam saat sholat, tiba-tiba kedatangan Chandra, ya ?". Saya sempat kaget dan langsung mohon maaf kepada ibu, karena belum sempat memberi tahu bahwa Chandra, 2(dua) hari sebelumnya, telah meninggal dunia. Mungkin karena saking sibuknya saya mengantarkan almarhum Dr Chandra Widodo (TK77), ke tempat peristirahatannya yang terakhir, saya sampai tidak sempat memberi tahu ke ibu, bahwa Chandra sudah tidak ada.

Ibu saya  sangat mengenal Chandra dan Eri (istrinya) karena selain kami bersahabat karib, pasangan ini sempat berlibur dan menginap di rumah orang tua kami, sewaktu ayah kami bertugas di Amerika Serikat. Jadi ibu saya sangat mengenal dan juga sangat menyayangi Chandra dan Eri.

Ibu kemudian melanjutkan pembicaraan di telpon, bahwa sewaktu Chandra "datang", sepertinya ia  sedang kebingungan. "Dia seperti seseorang yang sedang tersesat di jalan". Chandra nampaknya sempat bertanya ke ibu, dari alam baka, "Tante, ini saya sedang dimana ?".

Mendengar penuturan ibu tentang Chandra tersebut, saya langsung menceritakan tentang kejadian meninggalnya Chandra secara mendadak. "Mungkin Chandra belum betul-betul siap, saat ia dipanggil", kata ibu saya melanjutkan, "Sehingga sepertinya dia sedang tersesat di jalan". Lalu saya menanyakan, bagaimana selanjutnya. Ibu kemudian bercerita bahwa selang tidak beberapa lama, di kanan belakang Chandra, ada cahaya putih yang bersinar sangat terang. Kata ibu, "Chandra kemudian berpaling ke belakang dan melihat cahaya putih terang tersebut. Lalu Chandra berkata ....oh sudah jelas Tante, terima kasih". Ibu kemudian melihat Chandra berbalik badan dan bergegas menuju cahaya putih yang bersinar terang benderang.

Saya tentu tidak akan pernah tahu, akan betul atau tidaknya kejadian tersebut, tapi kemudian ibu berkata bahwa "Insya Allah Chandra sudah menuju jalannya yang terbaik di akhirat. Dia memang anak yang baik, sehingga jalannya mudah terlihat". Kata ibu.  Saya kemudian langsung menyahut dengan "Amien".

Mereka yang sempat “menyeberang”

Entah kenapa cerita tersebut diatas tiba-tiba terkenang oleh saya dan ingin rasanya men-share kepada seluruh sahabat karib saya. Mungkin saja karena saya baru melihat beberapa tayangan video di internet, seperti video pastor Don Piper, video Bob Woodruff serta Mary Jo dan juga video Dokter Eben Alexander seorang ahli bedah syaraf. Orang-orang ini sempat koma dan meninggal secara medis. Namun kemudian ternyata mereka bisa hidup kembali untuk menuturkan pengalaman mereka. Orang-orang tersebut sewaktu dinyatakan meninggal, dan ketika menyeberang ke alam baka, hampir semuanya selalu melihat cahaya putih yang sangat terang benderang. Walaupun kejadiannya terpisah-pisah, mereka juga mengalami kejadian yang sangat mirip, yaitu antara lain bertemu dengan keluarga dekat atau sahabat karib, yang telah lama meninggal. Dokter Alexander bahkan sempat ditemani oleh seorang wanita yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.

Epilog

Setelah bertahun-tahun diminta oleh para jemaah gerejanya, akhirnya pastur Don piper bersedia menuliskan pengalamannya ke dalam sebuah buku dengan judul "90 Minutes In Heaven". Buku tersebut menjadi buku laris dan laku sampai 4 juta eksemplar lebih. Larisnya buku tersebut mungkin karena Pastur Don menuliskan secara rinci, suasana yang sangat indah, saat ia dinyatakan meninggal. Saya sudah membaca bukunya dan memang cukup unik tulisan Don Piper ini.

Dokter Eben Alexander, juga menuliskan pengalamannya dalam buku lain berjudul “Proof of Heaver”, walaupun buku ini tidak selaris buku karya Don Piper. Setelah melakukan perjalanan penjualan bukunya, Dokter Alexander baru menyadari bahwa ia sebenarnya adalah anak yang diadopsi sejak bayi. Setelah melacak kesana-kemari, akhirnya ia mengetahui bahwa ada adik kandung perempuan, yang diadopsi oleh keluarga lain. Sang adik setelah dewasa, rupanya kemudian meninggal. Setelah Dokter Alexander melihat foto-foto sang adik, ia baru menyadari bahwa wanita  yang menjemputnya dan menemaninya di alam baka, saat ia divonis meninggal, adalah adik kandungnya sendiri.

Bob Woodruff, setelah selamat dari ledakan bom di Iraq, menemukan misi hidupnya yang baru, yaitu mewawancarai orang-orang yang sempat meninggal dan bisa hidup kembali. Ia kemudian mewawancarai Mary Jo, seorang suster medis yang tidak percaya akan Tuhan, dan akhirnya setelah mengalami kematian sementara, berubah keyakinan.

Eri, setelah ditinggal almarhum Chandra sempat kontak "tidak langsung" dengan suaminya, melalui Kriya Arsyah - Buyung (TP77). Setelah ditinggal Chandra, Eri justru memperoleh semangat untuk menyelesaikan program doktornya dan lulus dengan predikat cum laude. Ia kemudian menulis buku tentang kesehatan gigi, menjadi Dewan konsul Presiden untuk bidang kedokteran gigi dan menjadi guru besar yang ke-51 Universitas Trisakti.

Doa akhir tahun saya

Jalan hidup kita masing-masing memang berbeda-beda, namun satu hal yang pasti adalah bahwa suatu saat nanti, kita semua akan melangkah masuk ke alam baka. Menjelang tahun 2013 ini, saya mendoakan semoga seluruh sabahat saya, bisa semakin mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Sehingga bila suatu saat harus melangkah masuk, mudah-mudahan ditunggu oleh orang-orang yang dicintai, keluarga dekat, dan sahabat karib, yang telah mendahului kita sebelumnya. Juga selain itu anda-anda semua saya doakan akan disambut dengan sinar.putih yang sangat terang benderang, terbentang jelas, bila kelak menyeberang ke alam baka. Amien YRA.

Selamat Tahun Baru 2013.

Salam
Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=365