Portal Karya Nyata Merah Putih
Rubrik : Agro & Biofuel
Proyek revitalisasi Industri Gula Indonesia - US $ 800 juta
Minggu, 24 Februari 08 - by : Triharyo (Hengki)
Rekans

Saat ini sedang ada kegiatan proyek revitalisasi industri gula di Indonesia. Nilai proyek ini relatif sangat besar yaitu sekitar Rp 7,2 Triliun ( US $ 800 juta). Tujuan utama proyek ini adalah untuk meningkatkan produksi gula sebesar 1 juta ton setiap tahun. Sebagaimana diketahui, produksi gula Indonesia akhir-akhir ini antara 2,0 s/d 2,3 juta ton per tahun. Sangat jauh dibawah Brazil, India, Mexico, Thaliland yang mencapai 15 s/d 30 juta ton per tahun. Sehingga setiap tahun, Indonesia terpaksa mengimport 0,3 s/d 0,4 juta ton import, karena kebutuhan Indonesia mencapai 2,7 juta ton. Proyek revitalisasi industri gula Indonesia bertujuan untuk meningkatkan produksi gula Indonesia menjadi 2,8 ke 3,0 juta ton per tahun (peningkatan 30%).

Proyek-proyek revitalisasi ini akan didanai antara lain oleh BRI yang sudah menyepakati pinjaman Rp 1,7 Trililun kepada perusahaan-perusahaan BUMN perkebunan. Dana ini akan digunakan untuk kegiatan “on-farm” seperti pembibitan, penanaman dan pemupukan dan juga “Off-farm. Kegiatan “off farm”, yang bisa menjadi peluang bagi pebisnis dan Industriawan Indonesia, adalah revitalisasi pabrik-pabrik gula yang jumlahnya ada sekitar 54 di Indonesia (walaupun hanya 43 yang beroperasi). Perusahaan kami saat ini sedang mendapat tugas untuk melaksanakan proyek revitalisasi ini.

Masing-masing pabrik gula akan melaksanakan proyek revitalisasi ini dengan nilai sekitar Rp 20 s/d 30 milyard untuk setiap pabrik di tahun 2008. Jadi nilai proyek “off-farm” revitalisasi pabrik-pabrik gula akan mencapai sekitar Rp. 1,2 Triliun (US $ 140 juta) di seluruh Indonesia pada tahun 2008. Namun salah satu hal yang patut disayangkan adalah peralatan-peralatan di industri gula tersebut, saat ini masih di-import dari luar negeri seperti :

* Boiler dari Yoshimine Jepang

* Clarifier dari Dorr USA

* Gillingan yang dibuat oleh Hagglund dari Swedia

* Juga banyak Pompa yang masih terpaksa harus di-import dari berbagai negara

* Plat baja stainless steel yang masih harus import

* Pipa-pipa stainless yang masih import dari berbagai negara

Jika para insinyur Indonesia (khususnya alumni ITB) mampu memfokuskan diri pada pembuatan peralatan dan kemampuan di Industri gula, maka peluang US $ 140 juta setiap tahun bisa diserap oleh tenaga, produk dan jasa lokal. Saat ini trend industri gula semakin meningkat, karena adanya keterkaitan antara harga gula dengan harga minyak bumi via Bioethanol, yang dibuat dari molasses sebagai by-product pembuatan gula.

Demikian sharing kami

Salam

Hengki

Portal Karya Nyata Merah Putih : http://www.triharyo.com
Versi Online : http://www.triharyo.com/?pilih=news&aksi=lihat&id=58